Beranda JENEPONTO

Proses Pencairan Dak Dikbud Jeneponto Diduga Syarat Pungli, Bendahara Akui Terima Setoran Rekanan

681
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO  – Terkait proses pencarian Dana Alokasi Khusus (DAK) pada sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, yang dapat bantuan rehab maupun bangunan baru, Kasubag keuangan alias Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Jeneponto, Irsan Baso diduga kuat melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap para Rekanan pekerja DAK di sejumlah sekolah.

Hal itu patut diduga kuat, lantaran adanya diantara rekanan yang enggan disebut namanya, mengeluhkan adanya penyetoran awal yang disinyalir wajib dilakukan oleh para rekanan, demi mendapatkan Surat Perintah Membayar (SPM), untuk selanjutnya melakukan proses pencarian dana DAK di PPKAD.

Sumber menyebutkan, bahwa semua rekanan pekerja DAK di sekolah, diduga serentak dianjurkan menyetor sejumlah uang yang telah ditentukan, untuk mendapatkan Surat Perintah Membayar (SPM), demi mempermudah pencairan tersebut.

Sekaitan dengan itu, Bendahara Dikbud Kabupaten Jeneponto, Irsan Baso saat ditemui dikonfirmasi oleh rekan Media ini di ruang kerjanya mengakui adanya pemberian dari pihak rekanan, sebagai tanda ucapan terima kasihnya, ungkap Irsan Baso.

“Iya betul adanya pihak rekanan yang memberikan uang kepada saya tetapi itu hanya sebagai tanda ucapan terima kasihnya saja”. Akunya dihadapan rekan Media baru baru ini.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, H. Nur Alam yang dianggap berkewenangan penuh dalam penandatanganan SPM tersebut, ketika ingin dikonfirmasi pada Jum’at, 1 Oktober 2021, tidak ada di ruang kerjanya. Sopirnya menyebutkan, Beliau lagi ke Makassar melayat. Tim

Baca Juga :  Bupati Jeneponto Iksan Iskandar Hadiri Rapat Paripurna Raperda Perubahan T.A 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here