Beranda Makassar

Kasus DO Mahasiswa Al Amanah, Aksi ABM Geruduk Ombudsman RI, Ini Tuntutannya

101
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, MAKASSAR — Puluhan massa aksi dari berbagai organiasi yang tergabung dalam Aliansi
Bela Mahasiswa (ABM) mendatangi Kantor Ombudsman RI Perwakilan Sulsel, pada rabu 1/8/2021.

Para aksi ABM mendatangi Kantor Ombudsman bertujuan untuk memberi penekanan kepada Ombudsman agar objektif dan serius dalam
menyelesaikan kasus pengeluaran SK DO secara sepihak yang dilakukan oleh pimpinan Institut Agama
Islam (IAI) Al Amanah Jeneponto kepada kedua Mahasiswanya Usman dan Muhammad.

Menurut kordinator mimbar Awal dalam orasinya menyampaikan “Kedatangan kami disini meminta keseriusan Ombudsman dalam menyelesaikan kasus kekerasan akademik ini. Bukan tanpa
alasan, karena maraknya kekerasan akademik yang terjadi menjadi ancaman bagi keberlangsungan
demokrasi didalam kampus.

Sebut saja SK DO dan Skorsing kepada 4 mahasiswa IAIM Sinjai, SK DO
kepada 28 mahasiswa UKI Paulus, SK DO kepada 11 mahasiswa STIMIK AKBA adalah segelintir kasus
kekerasan akademik yang sampai saat ini tidak terselesaikan. Dan apa bila hal serupa terjadi di IAI Al
Amanah Jeneponto, maka akan semakin banyak deratan kasus kekerasan akademik yang tidak
terselesaikan.”

Awal menambahkan, “Ini akan menjadi referensi bagi kampus-kampus lain sebagai cara untuk meredam
mahasiswanya yang kritis terhadap kampusnya.
Dan apa bila ini berhasil kita menangkan, maka akan jadi
referensi pula bagi kita untuk melawan kekerasan-kekerasan akademik yang terjadi kedepan.”

Aksi yang dilakukan sekitar pukul 13.30 wita itu dilakukan dengan berjalan kaki dari depan Unismuh
menuju ke Ombudsman. Meskipun membawa massa yang banyak, ABM tidak mengakibatkan
kemacetan yang berarti karena massa aksi tertib dan rapi saat melakukan konvoi.

Subhan selaku ketua Ombudsman RI perwakilan Sulsel datang bertemu langsung dengan massa aksi.
Subhan menyampaikan bahwa Ombudsman akan serius menangani kasus ini. “Meskipun Ombudsman
menangani banyak kasus, numun kami tetap professional dalam menyelesaikan semua laporan.”

Baca Juga :  Optimalkan PTM Oktober Berjalan Lancar, Fatma Duduk Bersama Dewan Pendidikan

Subhan juga menjelaskan terkait perkembangan laporan yang telah di masukkan oleh Usman dan
Muhammad, “Untuk laporan Usman dan Muhammad, semua sudah kita tangani. Karena pelaporannya
yang terpisah, maka perkembangan laporannya pun berbeda.

“Saat ini laporan Usman sudah
mendapatkan jawaban dari pihak kampus IAI Al Amanah berupa klarifikasi, namun belum bisa kami
bagikan karena masih membutuhkan beberapa data untuk di verifikasi lebih lanjut.

Setelah rampung, akan secepatnya kami kirimkan ke pelapor yaitu Usman. Untuk Muhmmad sendiri, kemarin laporannya
sudah terverifikasi dan dinilai layak untuk ditindak lanjuti.

Secepatnya kami dari Ombudsman akan
mengirimkan permintaan klarifikasi kepada kampus IAI Al Amanah Jeneponto, dan harapannya semoga
pihak pimpinan kampus dapat sesegera mungkin memberikan jawaban supaya kasus ini tidak berlarut- larut dan memakan waktu yang lebih lama.”

Aksi yang berlangsung sejak pukul 13.30 wita hingga 15.20 wita terpantau lancar tanpa adanya gerakan
tambahan yang mengacaukan barisan massa aksi. Sebelum aksi berakhir, Usman menyampaikan terima
kasihnya kepada seluruh organisasi yang tergabung dalam ABM karena sampai saat ini masih mau
bersolidaritas untuk pencabutan SK DO yang diberikan kepada dirinya dan Muhammad.

“Terimakasih yang sebesar-besarnya dari saya dan Muhammad atas kesediaan kawan-kawan untuk berjuang bersama mengawal pencabutan SK DO ini. Saya secara pribadi sangat menyayangkan sikap
kampus IAI Al Amanah yang seenaknya mengeluarkan SK DO kepada Mahasiswanya dengan alasana
yang tidak jelas. Kenapa saya katakana tidak jelas, karena kampus mengatakan sesuai statuta tapi
nyatanya sampai sekarang statuta itu tidak pernah kami lihat.” Tegas Usman.

Usman juga menambahkan, “Saya katanya mencemarkan nama baik kampus dan dosen atas puisi yang
saya buat, tapi kenapa orang tua ku yang dipanggil untuk jelaskan puisi itu bukan saya. Kemudian,
Muhammad yang di DO dengan alasan memukul tapi malah kebalikannya yang terjadi. Sebenarnya
Muhammad yang pukul. Katanya orang tua Muhammad juga pernah di Panggil oleh kampus. Tapi surat
pemanggilan orang tua tidak pernah sampai di Muhammad. Parahnya lagi, kabarnya sudah ada yang
mewakili orang tua Muhammad untuk datang ke kampus tapi lagi-lagi itu tanpa sepengetahuan
Muhammad.”

Baca Juga :  HUT TNI ke-76, Kapolda Sulsel Beri Kejutan Kepada Pangdam XIV Hasanuddin, Pangkoopsau II , Serta Danlantamal VI Makassar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here