HALILINTARNEWS.id, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makasaar bakal memangkas jumlah pegawai kontrak. Langkah ini akan diambil Wali Kota Makassar, Danny Pomanto seiring mengangap kinerja mereka belum maksimal, terlebih turut menjadi beban operasional.
“Ini kan potensi kontrak besar juga, tapi kalau salah-salah tidak efektif (terlalu banyak) operasional bisa jadi bengkak,” ujarnya saat ditemui di kediaman pribadinya, Sabtu(1/05/2021).
Ia mengatakan evaluasi kinerja dilakukan terlebih dahulu dengan cara melakukan seleksi ulang atau asesmen. Sehingga Danny menginginkan resetting tenaga honorer segera dilakukan paling lambat Juni 2021 ini.
“Biar sedang jalanpun saya ini bisa. Karena kita tidak punya waktu lagi. Saya kira semester pertama Juni, saya canangkan itu Juni sudah harus lari semua,” ungkapnya.
Berdasarkan Laporan dari badan kepegawaian, jumlah pegawai kontrak saat ini mencapai 8 ribu orang.Danny menilai keberadaan mereka terlalu banyak sehingga dinilai tidak efektif. Untuk itu Pihaknya berencana hanya akan mempertahankan 5 ribu tenaga honorer.
βIdealnya pegawai kontrak hanya lima ribu saja. Karena Kota Makassar punya banyak kendala. Seperti pegawai pensiun tiap tahun, ini gunakan resetting,β terangnya.
Meski demikian Pemkot masih mencari formula yang tepat untuk menjalankan kebijakan tersebut. Dari segi pengangkatan pegawai kontrak, menurutnya aturan itu perlu dikaji ulang.
“Misalnya, ada kepala dinas diperkenankan mengangkat pegawai honorer. Ini yang saya mau lihat apakah efektif atau tidak dan kelihatannya tidak efektif. Karena ada selisih 3 ribu orang yang kita temukan sementara,” jelasnya.
Sekaitan dengan administrasi baik keuangan, kontrak kerja dan lainnya. Danny menambahkan kendala pemangkasan yaitu kontrak para tenaga honorer baru berakhir pada Desember 2021.
“Saya pikir kemarin itu mereka berakhir April, rupanya anggaran cair itu April, berakhir Desember. Jadi, saya kira memang butuh waktu untuk menelusuri ini barang-barang,” lanjutnya.
Rencananya setelah dilakukan evaluasi dan diangkat pegawai kontrak yang baru, mereka akan dilebur dan akan berganti dalam konsep Laskar Pelayanan Publik Integritas atau Laskar Pelangi.
“Maka, setelah itu baru kita perbaiki regulasinya. Yang jelas idenya sudah ada, bikin Laskar Pelangi atau Laskar Pelayanan Publik Berintegritas,” tegas Danny.












