Beranda BANTAENG

Kades Bonto Salluang Bantaeng Diduga Manipulasi Korupsi Dana Desa T.A 2019

905
0


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Kepala Desa Bonto Salluan Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, Habibi akhir-akhir ini menuai sorotan masyarakat dan Lembaga LSM, lantaran berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan diduga di manipulasi pekerjaan tersebut.

Hal ini yang diungkapkan beberapa warga yang enggang di publikasikan edintitasnya mengatakan anggaran Dana Desa yang di kelolah oleh Kepala Desa Bonto Salluang Habibi diduga kebanyakan di manipulasi alias di Korupsi, ungkap Warga setempat.

“Salah satu item pembangunan infrastruktur peruntukan fisik rabat beton tepatnya di Dusun Puncukku Desa Bonto Salluang dengan volume 205 meter anggaran sebesar 180 juta rupiah.

Hal tersebut diatas berdasarkan keterangan warga bahwa diduga yang dianggarkan di laporan pertanggungjawaban (LPJ) sangat jauh beda yang telah selesai dikerjakan oleh Kepala Desa Bonto Salluang dengan volume 305 meter anggaran sebesar 330 juta rupiah Tahun 2019, jelas Warga yang enggan disebut namanya.

Kuat dugaan Kades Habibi melakukan manipulasi di LPJ, jika dihitung diduga korupsinya sebeser 150 juta anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019, katanya.

Selain warga setempat, berdasarkan dari hasil tim koordiv Lembaga Investigasi Korupsi Turatea (LINGKAR) Sulawesi Selatan Syafaruddin kepada media ini menyebutkan bahwa di tahun anggaran 2019 lalu, Desa Bonto Salluang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng mendapatkan Dana Desa (DD) kurang lebih Rp.900 juta rupiah.

Syafar menambahkan bahwa dugaan penyelewengan dana desa tahun anggaran 2019, berkaitan dengan mark up anggaran dan manipulasi data, Karena dari laporan LSM LINGKAR yang menyebutkan bahwa ada perbedaaan laporan pertanggungjawaban keuangan dengan realisasi pekerjaan fisik dilapangan sehingga anggaran dana desa diduga diselewengkan oleh oknum kepala desa tersebut.” tegasnya.

Menurutnya terkait pekerjaan rabat beton tersebut, diduga ada selisih volume 100 meter dengan mark up senilai Rp.150 juta rupiah karena dipapan prasasti diduga berbeda dengan nilai anggaran dan volume pekerjaan serta dilaporan pertanggungjawaban. Dan oknum kepala desa diduga melakukan manipulasi data untuk mengelabui publik khususnya masyarakat di desa Bonto Salluang Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng, ungkap Syafar.

Sementara oknum pejabat kepala Desa Bonto Salluang Habibi yang dimintai konfirmasinya melalui via WhatsApp minggu 11/4/2021. mengatakan bahwa ” Maaf tidak elok saya yang menjelaskan karena saya bukan tim teknis. Karena adaji itu datanya di inspektorat dan sudah diperiksa ” tuturnya.

Terkait kasus dugaan manipulasi kegiatan tersebut LSM Lingkar Sulaweai Selatan akan melaporkan ke pihak terkait, tegas Syafar.

Penulis : Tim
Editor    : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here