HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Ratusan keluarga dan kerabat Rudi, korban pembunuhan yang ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya di kawasan BTN Birea, Jalan Birea, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, menggeruduk Mapolres Bantaeng, Senin (8/9/2026).
Kedatangan massa bukan sekadar menyampaikan belasungkawa. Mereka membawa tuntutan keras agar aparat kepolisian mengusut tuntas kasus pembunuhan yang terjadi pada 1 September 2026 sekitar pukul 23.30 WITA tersebut.
Rudi ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumahnya. Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami sejumlah luka akibat benda tajam pada tubuhnya.
Bagian leher korban juga disebut mengalami luka serius yang diduga akibat senjata tajam.
Kematian tragis tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Rudi diketahui meninggalkan seorang istri dan lima orang anak.
Tangis dan amarah keluarga bercampur dalam aksi tersebut.
Mereka meminta polisi tidak berhenti pada penangkapan satu orang terduga pelaku, tetapi mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam pembunuhan tersebut.
“Kami menduga pelaku bukan hanya satu orang.
Karena itu, kami meminta polisi mengusut semuanya dan menangkap siapa pun yang terlibat,” teriak salah seorang keluarga korban di depan Mapolres Bantaeng.
Sebelum mendatangi Mapolres Bantaeng, massa keluarga korban juga diduga mendatangi dan melakukan pengrusakan terhadap rumah yang disebut berkaitan dengan terduga pelaku.
Aksi tersebut disebut terjadi dalam suasana emosional setelah keluarga melihat kondisi korban yang dinilai sangat mengenaskan.
“Kami tidak bisa menahan emosi. Keluarga kami dibunuh secara sadis. Kami datang ke sini bukan untuk membuat keributan, tetapi ingin keadilan dan meminta semua pihak yang terlibat ditangkap,” ujar salah seorang keluarga korban.
Di depan Mapolres Bantaeng, massa juga mempersoalkan langkah kepolisian yang meminta sejumlah orang diperiksa satu per satu terkait dugaan pengrusakan rumah tersebut.
“Kami menyesalkan kalau yang dipanggil hanya satu per satu terkait pengrusakan. Yang menjadi persoalan utama adalah keluarga kami telah dibunuh secara sadis.
Tolong kasus pembunuhannya diusut sampai tuntas,” tegas massa.
Massa bahkan menolak mekanisme pemeriksaan secara individual.
“Kami tolak diperiksa satu per satu. Kalau memang mau diperiksa, periksa semuanya secara bersamaan,” teriak massa.
Tak hanya itu, massa juga meminta seluruh orang yang berada di lokasi saat dugaan pengrusakan rumah diperiksa secara menyeluruh untuk mengetahui secara jelas rangkaian peristiwa yang terjadi.
“Tangkap pelaku pembunuhan! Hukum seberat-beratnya! Usut tuntas pelaku lainnya!” teriak massa secara bergantian.
Pelaku Ditangkap di Gowa
Massa kemudian diterima Wakapolres Bantaeng A. Ikbal bersama jajaran kepolisian. Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian memberikan kesempatan kepada keluarga korban menyampaikan seluruh tuntutannya.
Wakapolres Bantaeng KOMPOL Andi Ikbal, S.Pd., M.H mengungkapkan bahwa polisi telah menangkap seorang terduga pelaku pembunuhan di wilayah Kabupaten Gowa.
“Pelaku sudah berhasil kami tangkap di wilayah Kabupaten Gowa dan saat ini berada di sel Polres Bantaeng,” kata Andi Ikbal di hadapan massa.
Menurutnya, polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut. Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh perkara pembunuhan Rudi.
“Kami menerima tuntutan keluarga. Polres Bantaeng telah berupaya melakukan penyelidikan terkait dugaan adanya pelaku lebih dari satu orang,” jelasnya.
Wakapolres selanjutnya mempersilakan massa masuk ke lapangan upacara Mapolres Bantaeng untuk menyampaikan tuntutan dan mengikuti proses pemeriksaan.
Namun, ketika pihak kepolisian meminta orang-orang yang ingin diperiksa menuliskan identitas masing-masing secara satu per satu, massa kembali menyatakan keberatan.
Perbedaan pandangan mengenai mekanisme pemeriksaan tersebut membuat massa akhirnya memilih tidak melanjutkan proses dan membubarkan diri.
Meski sempat diwarnai ketegangan dan luapan emosi keluarga korban, aksi tersebut akhirnya berakhir dengan aman dan lancar.
Keluarga korban menegaskan akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut.
Mereka berharap polisi tidak hanya mengungkap pelaku yang telah ditangkap, tetapi juga menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain sehingga kematian Rudi mendapatkan kejelasan dan seluruh pihak yang terbukti terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. (Supriadi Awing)












