HALILINTARNEWS.id, MALUT –– Kepengurusan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Maluku Utara, beberapa bulan terakhir ini diduga kepengurusan amburadul lantaran Ketua PWI yang lama dinilai berbagai macam persoalan yang menimpanya termasuk kasus administrasi dan anggaran PWI. yang diduga tidak tepat sasaran.
Olehnya itu Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia Maluku utara Plus Dewan Kehormatan Provinsi PWI Maluku Utara kembali menggelar rapat pleno dengan sejumlah pengurus PWI.
Menurut Wakil Ketua Pembelaan Wartawan Halik Cikrora mengatakan, rapat pleno tersebut bermunculan pro kontra, karena di satu sisi minta agar resafle pengurus jangan tersegesa gesa karena belum ada putusan PWI pusat, terkait pemberhentian beberapa badan pengurus yang tidak aktif selama ini, ungkap Halik Cokrora.
Demikian juga Haji Faizal Azis penasehat PWI, senada dengan Halik. Namun pengurus lainnya mematahkan usulan kedua Halik dengan Faizal.
Ketua Dewan Kehormatan Adam H Hanafi.SH mengatakan bahwa resafle pengurus PWI cabang kewenangan pengurus cabang, dan keputusan tertinggi ada di tangan Rapat pleno, dengan demikian resafle perlu di lakukan demi jalannya roda organisasi PWI malut yang sekian lama fakum.
Sementara Sekretaris Umum PWI Malut Adnan Ways dengan tegas menandaskan bahwa langkah yang di ambil dalam rapat harus di laksanakan untuk melengkapi kepengurusan.
Sedangkan Sekretaris Dewan Kehormatan Propinsi PWI Malut Akhmad Basir Noer menyarakan agar rapat pleno ini harus bejalan dengan baik sesuai dengan aturan, dan semuanya kita harus mengacu pada peraturan dasar dan peraturan rumah tangga PWI pungkas wartawan senior Dewan pembina Redaksi Online Halilintarnews.id dan Majalah Nasional Delik hukum.
Sejumlah ketua, bidang yang kosong harus di isi termasuk ketua, dan seksi, setelah itu siapapun yang nantinya akan terpilih maka dialah yang akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap laju lancarnya organisasi Siber ini, pungkasnya.
Penulis : Akhmad Basir Noer
EditorΒ Β : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021







