Beranda Berita Utama

Tim Tipikor Polda SulSel Turlap Lakukan Penyelidikan BPNT, Minta Rekening Koran

528
0


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Sehubungan dengan adanya perintah pimpinan terhadap beberapa anggota Polda SulSel yang diperintahkan kepada anggotanya untuk turun lapangang (Turlap) melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap pihak terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang ada di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

Awalnya salah seorang pengusaha pengadaan bahan pokok BPNT Kabupaten Bantaeng Zainuddin mendapat SMS dari penyidik Tipikor Polda SulSel dimitai untuk membawa semua berkas atau dokumen akte pendirian dan usaha dagang beserta nota pembelian barang serta rekening koran, kata Zainuddin.

Ia menambahkan dirinya pernah ditelpon dan di SMS untuk ketemuan di Hotel Kirei jalan Raya Lanto Kelurahan Pallantikan Kecamatan Bantaeng.
Dan setelah saya ke Hotel yang bersangkutan sudah pergi, entah apa rencana selanjutnya.

Pada pertemuan berikutnya saya di panggil secara tetsurat, bernomor B/1423/10/2020/Dirkrimsus, perihal: permintaan keterangan dan dokumen tanggal 2/10/2020, jelas Zainuddin.

“Saya di periksa di ruang Tipikor Polres Bantaeng pada jumat 9/10/2020.

Menurut Zainuddin selaku Pemasok bahan pangan dihadapan rekan wartawan mengatakan, sudah berulang kali mendapat surat panggilan guna mengklarifikasi pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Tipikor Polda SulSel terhadap dirinya.

Akibat ulah Tim Tipikor Polda yang diduga melakukan, menghambat aktivitas kami sehingga penyaluran yang selama ini lancar menjadi terhambat, kesal Zainuddin.

Dengan adanya panggilan yang bertubi-tubi Zainuddin merasa perlu meminta maaf kepada seluruh Agen dan KPM di Wilayah Kabupaten Bantaeng atas keterlambatan ketersediaan bahan pangan yang tidak seperti biasanya selalu tepat waktu dan tepat sasaran, ungkap Zainuddin dihadapan halilintarnews.id.

Sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh Tim Tipikor SulSel yang diduga tidak beralasan dan berdasar pada Visi Misi yakni mewujudkan kepercayaan publik dalam penegakan hukum melalui penyelidikan dan penyidikan tindak pidana korupsi yang profesional, obyektif dan transparan.

Lanjut Zainuddin, hingga detik ini dirinya merasa bingun dan sangat resah sebab dirinya belum mengetahui apa tujuan akhir dari penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Tipikor Polda SulSel, dan secara pribadi dirinya merasa di rugikan karena pokus pada panggilan pemeriksaan, dan menurutnya hal ini bisa berakibat patal dan semua pekerjaan terbengkalai, pungkas Zainuddin.

Bukan hanya saya saja yang dirugikan melainkan masyarakat Bantaeng pada umumnya yang bergerak disektor penyaluran BPNT Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang selama ini terjadwal dengan baik kini menjadi simpan siur.

KPM berharap pengurus BPNT tidak mengalami kendala dan tetap berjalan seperti biasanya, mereka juga berharap semua pengurus sehat-sehat Walafiat.

Lain halnya salah satu Aktivis di Bantaeng Askari yang tergabung dalam penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai, dirinya sangat menyesalkan adanya tindakan yang dilakukan oleh Tim Tipikor SulSel melakukan dugaan pemaksaan dan ancaman terhadap salah seorang pengusaha pemasok bahanĀ  pangan (BPNT) di Kabupaten Bantaeng, salah satu pengusaha di haruskan dan dimintai bukti rekening koran sebagai wujud langkah akhir pemeriksaan dan penyelidikan, ungkap Askari.

Tim Tipikor Polda SulSel yang dinahkodai IPDA Makmur, SH dihadapan rekan wartawan di kantor Polres Bantaeng jumat 9/10/2020, mengatakan terkait pemeriksaan dan penyelidikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kami turun melaksanakan tugas atas perintah pimpinan dalam bentuk Tim, jelas Makmur.

Masih kata Makmur mohon maaf pak wartawan kami turun hanya melakukan penyelidikan BPNT, kalau mau konfirmasi lebih panjang lebar silahkan ke Humas Polda SulSel, kata Makmur.

Penulis : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here