Beranda BANTAENG

Diduga Pelaku Penganiayaan di Bantaeng Bebas, Ini Kata Kapolsek Pa’jukukang

323
0


HALILINTARNEWS.id,  BANTAENG — Terkait kasus penganiayaan yang telah terjadi di Dusun Samataring Desa Biangkeke Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, pada selasa 22/9/2020 lalu, kini menuai sorotan masyarakat dan LSM.

Menurut koban Sami Bin Saparan dihadapan wartawan halilintarnews.id di kediamannya pada minggu malam 4/10/2020, menjelaskan saya di aniaya oleh inisial AR (17) bersama SP (33), jelas Sami.

Menurutnya kejadian penganiayaan tepatnya di Dusun Samataring Desa Biangkeke Kecamatan Pa’jukukan pada 22/9/2020 sekitar pukul 11.30 wita, kata  Sami.

“Saat itu saya tidak tega melihat anak kecil menangis di pukul oleh SP hingga di bakar puntung rokok dibagian pipinya, makanya saya lansung mengambil anak kecil tersebut, ungkap Sami.

” Saya hanya memperingati karena anak kecil itu baru duduk di bangku Sekolah Dasar Kelas 3, saya ambil cucuku tiba-tiba AR mengikuti dan lansung memukul dibagian kening atau alis dan pelipis dibagian sebelah kiri hingga robek, bibir bagian atas bengkak dan gigi bagian bawah goyang, jelas Sami.

Diketahui lelaki AR adalah anak SP, kemudian lelaki SP ikut juga menyerang korban dan meninju bagian belakang sebelah kanan, katanya.

“Saya dirawat di Puskesmas Baruga Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng, dibagian kening  atau alis sebelah kiri berdarah dan robek sebanyak 3 jahitan.

Sampai saat ini saya masih tidak tahan sakitnya dibagian leher dan pinggang bekas pukulan yang dilakukan oleh AR dan SP, keluh Samid.

Terkait kasus penganiayaan saya sudah laporkan di Kantor Polsek Pa’jukukang dengan bukti, laporan Polisi No.Pol: LP/ /2020/SulSel/ Res Btg/Sek Pjk, tanggal 22 September 2020.

Sementara Kapolsek Pa’jukukang, IPTU Irwan Efendi melalui selulernya, membenarkan adanya laporan penganiayaan, namun keterangan korban dan terlapor tidak singkrong hingga saat ini belum ada penahanan atau yang di tersangkakan, kasus itu prosesnya tetap berjalan, kata Kapolsek Irwan.

“Kami tidak berani menahan seseorang tanpa bukti yang jelas dan anaknya juga telah melapor di kantor Polres Bantaeng, ungkap Irwan.

Hal ini kami minta kepada Kapolsek Pa’jukukang agar segera tangkap pelaku penganiayaan dan proses sesuai hukum yang berlaku, jika Kapolsek Pa’jukukang tak mampu menanganinya maka kami akan melapor ke Kantor Polres Bantaeng hingga Polda, tegas korban Samid.

Penulis : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here