Beranda Berita Utama

“Istri Selingkuh Berujung Maut, Pelaku Terancam Hukuman Seumur Hidup

636
0


HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Insiden berdarah yang terjadi di Desa Rumbia Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto, Sulaweai Selatan, pada 22/9/2020.7
Kapolres Jeneponto dalam waktu kurang lebih satu jam berhasil meringkus pelaku pembunuhan tersebut.

Menurut Kapolres Jeneponto AKBP yudha Kesit Dwijayanto di dampingi Kasubag Humas, AKP Syahrul dan Iptu Andri Kurniawan dalam komferensi Persnya di Kantor Polres Jeneponto pada rabu 23/9/2020, berkisar pukul 13.50 wita menjelaskan, bahwa pembunuhan yang terjadi di Desa Rumbia Kecamatan Rumbia, terjadi pada selasa 22/9/2020, pada pukul 20.00 wita.

Setelah petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan bersimbah darah dan korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSUD) Lanto Dg Pasewang Kabupaten Jeneponto untuk dilakukan autopsi atau Visum, ungkap Kapolres Yudha Kesit

Sekejap itu Tim anggota Polres Jeneponto berhasil meringkus pelaku pembunuhan sadis tersebut, katanya.

Masih kata Kapolres, kronologis pembunuhan tersebut berawal persoalan tindak kekerasan rumah tangga (KDRT) akhirnya istri pelaku berpisah atau meninggalkan rumahnya selama 3 bulan.

Diketahui korban sedang berboncengan dengan istri pelaku rencana menuju ke Kabupaten Bantaeng, namun diluar dugaan nasib korban sudah dalam intaian pelaku inisial MR yang direncanakan, dalam perjalanannya tepatnya di depan sekolah SMK Desa Rumbia dan pelaku langsung menikam korban.

Tragedi pembunuhan yang di lakukan pelaku, akan di jarat kasus tindak pidana perencanaan, dengan ancaman sesuai pasal 340 dan pasal 338, pidana lebih dari 20 Tahun  atau seumur hidup, jelas Kapolres dalam  komprensi Persnya.

Persoalan KDRT, istri pelaku diduga mengambil langkah selingkuh dengan korban dan sempat ketahuan oleh pelaku, bahwa istrinya mau meninggalkan kampungnya dan berniat untuk menikah dengan korban.

Akhinya pelaku tidak segan-segan menghabisi nyawa korban dengan menggunakan sebilah badik menikam korban, sebanyak 12 tusukan hasil autopsi RSUD Lanto Dg. Pasewang Jeneponto.

Setelah korban di rawat dan dijahit lukanya,  korbanpun di kembalikan ke rumah orang tuanya, ke Kabupaten Bantaeng dalam keadaan sudah tak bernyawa lagi,  alias tewas di tangan Lelaki yang telah melenyapkan nyawanya dengan sebilah badik.

Keluarga korban sangat terpukul,  dan merasa sangat sedih dan kehilangan anaknya,  ketika Jasad Randy Secada bin Tamrin itu, di kembalikan dalam kondisi sudah menjadi Mayat.

Keluarga Randy Secada,  meminta dengan sangat,  agar kasus anaknya,  dapat di Proses dengan hukuman yang seberat – beratnya, setimpal dengan perbuatan Pelaku yang telah tega menghabisi anaknya dengan cara yang sangat keji itu, dan Sadis itu. Penuh harap keluarga korban.

Penulis : Supriadi Awing
Editor    : Red
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here