Beranda Ternate

Masyarakat Loloda Lakukan Unjuk Rasa Kecam Bupati Halut

64
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, HALUT –-Solidaritas Masyarakat Loloda menggelar unjuk rasa didepan kantor Bupati Halmahera Utara guna mengecam Bupati Ir.Frans Manery. Pasalnya masyarakat tidak menerima atas penyampaian Bupati beberapa pekan lalu.

Pantauan media ini dilapangan bahwa, unjuk rasa yang dilaksanakan itu di dua tempat yakni,didepan Kantor Bupati dan Polres Halut pagi tadi. Ratusan massa aksi yang mengatasnamakan Solidarita Masyarakat Loloda ini menduduki kantor Bupati pada selasa 16/9/2020 pukul 12:00 Wit.

Para aksi demo menilai Frans Manery sangat menyedutkan dan diskriminasi masyarakat Loloda dalam sambutannya saat menyerahkan  bantuan sosial (Bansos) di Desa Makarti, Kecamatan Kao Barat pada Senin (7/9/2020) lalu.

Setelah menduduki kantor Bupati tersebut massa aksi mulai menyampaikan bobotan orasi guna menyikapi persoalan tersebut. Beberapa menit kemudian saat massa aksi melakukan penyampaian bobotan orasi, situasi mulai memanas disebabkan masyarakat Loloda marah dengan perbuatan Frans Manery. Namun hal ini dapat terkendali disaat pihak kepolisian dan satpol PP sedang mengawasi berlangsungnya unjuk rasa tersebut.

Bahkan ada juga massa aksi yang meneteskan air mata diasaat menyampaikan harapan dan tujuan untuk pemerintah daerah agar tidak melakukan hal yang tidak semestinya disampaikan.

“Perkataan yang semacam ini, secara tidak langsung telah melecehkan, bahkan memandang rendah kualitas bahkan kemampuan pendidikan seseorang atau kelompok,” tandas Rivaldo Djini saat menyampaikan bobotan orasinya. Rabu,(16/9/2020)

Sementara itu, salah satu orator aksi Maikel, menyampaikan, masalah diskriminasi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,namun hal ini tetap terus dikawal.

“Kita tidak bisa berdiam diri disini, harus kita terus berjuang. Yang sebetulnya Bupati itu dia bodoh,”bebernya

Terpisah Juru bicara (Jubir) Pemda Halut,Deky Tawaris membantah  tuduhan warga Loloda kepada Bupati Halut Ir Frans Manery terkait ucapan bodoh itu, Menurut Deky penyampaian Bupati ini tidak ditunjukkan kepada siapapun apalagi ada yang mengatakan  itu ditunjukkan kepada warga Loloda.

” Ucapan yang disampaikan Bupati pada saat pembagian bantuan sosial berupa alat-alat pertanian di desa Makarti kecamatan Kao Barat, pada beberapa hari yang lalu “saya tidak bodoh seperti mereka” kalimat ini hanya sebagian sepanggal kata dalam satu rentetan arahan beliau (Bupati). Jadi, kalimat ini sebenarnya tidak ditunjukkan kepada siapapun apalagi ke warga Loloda,” kata Deky saat melakukan konferensi pers

Lanjut Deky menjelaskan bahwa,yang di maksud dengan kata mereka ini perlu digaris bawahi sebab itu tidak ditunjukan kepada masyarakat Loloda, tetapi kemudian kata mereka sebetulnya dalam ungkapan Bupati ini tertuju kepada sekelompok orang tertentu yang seakan-akan tidak mengakui karya mulia Bupati terkait dengan pembangunan jalan Loloda-Galela yang saat ini sementara di bangun.

“Kata “Bodoh” yang saat ini di viralkan di media sosial (Facebook) itu adalah bagian dari provokasi yang saat ini meresahkan warga Loloda. Tapi sebenarnya itu bukan ditujukan kepada Warga Loloda,” tukasnya

Deky juga berharap  warga Loloda agar tidak mudah terprovokasi  dengan bahasa “Bodoh” sebab itu tidak ditunjukkan kepada warga Loloda.

“Kami berharap warga Loloda tidak mudah terprovokasi dengan kalimat “Bodoh”. Karna itu ditujukan kepada kelompok-kelompok orang tertentu yang tidak mengakui karya Bupati terkait dengan pembangunan jalan Galela-Loloda yang saat ini sementara di bangun.”harapnya(Tam)

Penulis : Tam
Editor    : Akhmad Basir Noer
halilintarnews.id. 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here