Dua Kadis di Bantaeng Minta di Copot, Bupati Bantaeng Dinilai Gagal Program Unggulan

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Forum Pemerhati Petani Butta Toa yang tergabung berbagai Lembaga Kabupaten Bantaeng kembali unjuk rasa didepan Kantor Bupati Bantaeng Sualawesi Selatan pada selasa 21/7/2020, sekitar pukul 9.30 wita.

Diperkirakan 50 lebih peserta aksi berteriak didepan Kantor Bupati Bantaeng dinahkodai selaku kordinator Lapangan (Korlap) Aldi Naba.

Para Aksi menuntut janji Bupati saat pilkada yang diduga tidak terpenuhi program unggulan.

Menurut Kordinator Lapangan (Kolap) Aldi Naba, mengatakan bahwa masyarakat petani bantaeng menjerit akibat kelangkaan pupuk bersubsidi, bagi petani yang ada di Bantaeng dengan menghilangnya program perioritas atau unggulan, Bupati Bantaeng terkait ketersediaan pupuk bagi petani yang diduga tidak sesuai dengan Visi Misi saat Pilkada Bupati Bantaeng 2 tahun yang lalu, ungkap Korlap Aldi Naba.

Ia meminta agar dua Kapala Dinas yakni Kadis Pertanian dan Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng minta di copot dari jabatannya,  karena dianggap tidak mampu menangani pupuk besubsidi alias gagal, katanya

Hal ini senada dengan teriakan selaku pemerhati petani Butta Toa Aidil Adha dengan suara yang lantang memekikkan, bubarkan KP3 yang tidak bisa bekerja maksimal sebagaimana tugas dan pungsinya sebagai pengawas dan hanya menghabiskan anggaran Negara. Kesal Aidil.

Petani yang bersusah payah menghasilkan makanan pokok sehari hari,  namun mereka diperlakukan tidak wajar, dengan adanya kelangkaan pupuk akibat instansi yang berwenang diduga tidak mampu berkoordinasi sehingga petani berteriak dan menjerit akibat tidak adanya ketersediaan pupuk.

Para petani di Bantaeng terpaksa banyak keluar daerah membeli pupuk dengan harga yang melambung tinggi, kata Aidil.

Salah seorang petani yang sempat hadir dalam demonstrasi Hasan dihadapan halilintarnews.id mengatakan, ” saya pernah membeli pupuk diderah Jeneponto dengan harga 135 ribu persak, apa boleh buat terpaksa saya beli untuk tanaman jagung, kalau tidak dipupuk terancam gagal panen, keluh Hasan.

Sebagaimana yang diteriakkan saat orasi oleh Muhammad Ilyas turut berbelah sungkawa Innalillahi Wainna Ilahi Rojiun, atas wafatnya Visi Misi Bupati Bantaeng dua tahun yang lalu, terkait adanya jaminan ketersediaan pupuk para petani, namun sudah kesekian kalinya melakukan aksi tak kunjung  terealisasi keluhan para petani di wilayah Kabupaten Bantaeng.

Di sela sela melakukan aksi demostrasi, para peserta aksi dipersilahkan masuk di kantor Bupati, saat itu sempat bersih tegang dengan petugas keamanan karena para pendemo ingin mobinya diparkir didepan pintu masuk kantor Bupati, dan mendapat respon  masuk dihalaman parkir.

Selanjutnya para demonstran disambut baik oleh Bapak Bupati Ilham Azikin, Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin didampingi Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Meyriani Madjid,  Kadis Pertanian Budi Taufik, Asistem II Bidang Ekonomi Pembangunan H. Samsul Suli, Kabag Hukum di ruang rapat Asistem Kantor Bupati Bantaeng.

Sementara Bupat Bantaeng DR Ilham Azikin menyikapi dengan kelangkaan pupuk di Bantaeng, Pemkab Bantaeng telah berupaya menghindari kelangkaan pupuk.

Dia menjelaskan bahwa sejak awal Juli, Pemerintah telah melakukan langkah terbaik untuk bisa menghadirkan kebutuhan petani terkait pupuk urea. Namun hal ini tidak lepas dari kondisi eksternal yang mempengaruhi.

Dia mengatakan, sejak awal Juni, Pemerintah Daerah telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Pusat, melalui Pemerintah Provinsi. Hal itu terkait menindaklanjuti usulan tidak hanya dari Bantaeng, tetapi beberapa daerah yang juga mengalami kelangkaan pupuk.

Selanjutnya pada 8 Juli 2020, Pemda bertemu dengan KTNA Bantaeng guna menyampaikan mengenai persoalan yang sama. Dan pada 14 Juli 2020, Bupati melakukan perjalanan ke Jakarta untuk bertemu Direktur Pupuk Kementerian Pertanian.

“Ini langkah yang telah kami lakukan. Dari hasil desakan kami, secara lisan pejabat Kementan menyampaikan bahwa sebelum Idul Adha, ketersediaan pupuk akan dialokasikan kembali. Permasalahan ini mungkin belum bisa terselesaikan, namun kami telah melakukan upaya-upaya terbaik bagi para petani kita,” kata dia saat menerima pengunjuk rasa di Kantor Bupati Bantaeng.

Lebih lanjut ditambahkan bahwa diharapkan para unit teknis menyikapi jikalau ada oknum yang menjual pupuk dan melanggar aturan serta regulasi hukum. Dia juga mengaku, pemerintah akan melakukan koordinasi dengan pihak berwajib untuk segera ditindaki.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Budi Taufik menjelaskan pula bahwa kondisi saat ini sebanyak 7.217 ton pupuk urea telah dialokasikan dan didistribusikan sesuai dengan mekanisme yang ada.

Penulis : Supriadi Awing
Editor    : Ilham Iriasah
halilintarnews.id. 2020