HALILINTARNEWS.id, ENREKANG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Maiwa berlangsung spektakuler. Lapangan Maroangin, Senin (18/8/2026), dipadati ribuan warga yang antusias mengikuti pesta rakyat yang dikemas dengan berbagai perlombaan tradisional dan pertunjukan seni budaya.
Suasana semakin meriah ketika Bupati Enrekang hadir langsung membuka rangkaian kegiatan. Tak hanya memberikan sambutan, orang nomor satu di Kabupaten Enrekang itu juga turun langsung ke panggung dan ikut ambil bagian dalam Mapa Dendang bersama tim perwakilan desa.
Aksi tersebut sontak mengundang sorak-sorai warga. Kehadiran Bupati yang berbaur langsung dengan masyarakat membuat suasana perayaan semakin hangat, akrab, dan penuh kegembiraan.
Mapa Dendang menjadi salah satu daya tarik utama. Seni tradisional berupa pantun berbalas yang diiringi musik khas tersebut mempertemukan tim-tim utusan desa se-Kecamatan Maiwa.
Peserta menunjukkan kreativitas, kekompakan, serta kemampuan mengolah pantun dengan balutan humor yang menghibur.
Bukan sekadar hiburan, Mapa Dendang juga menjadi momentum untuk menjaga dan memperkenalkan kembali warisan budaya lokal kepada generasi muda. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu terbukti masih mendapat tempat di hati masyarakat Maiwa.
Selain Mapa Dendang, panitia menghadirkan sejumlah lomba rakyat dan permainan tradisional. Warga dari berbagai usia, mulai anak-anak, pemuda hingga orang tua, tumpah ruah mengikuti dan menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan.
Semangat gotong royong dan kebersamaan pun terlihat sepanjang acara. Lapangan Maroangin berubah menjadi ruang berkumpul masyarakat untuk merayakan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan warga.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir jajaran Muspida, Camat Maiwa, Kapolsek Maiwa, Danramil Maiwa, Kepala Dinas Perpustakaan, anggota DPRD Fraksi NasDem, serta para kepala desa se-Kecamatan Maiwa.
Perayaan HUT RI ke-81 di Maroangin Maiwa akhirnya bukan sekadar seremoni kemerdekaan, melainkan pesta rakyat yang menghidupkan budaya, memperkuat persatuan, dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.
(Lubis Kacong)












