HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng kembali mendapat sorotan.
Seorang pelanggan mengaku kecewa setelah aliran air ke rumahnya tidak lancar selama sekitar empat bulan dan bahkan disebut tidak mengalir sama sekali dalam dua bulan terakhir.
Pelanggan tersebut, Jamal Gonrong yang akrab disapa Bang Jago, mengaku selama menjadi pelanggan tetap memenuhi kewajibannya dengan membayar tagihan PDAM tepat waktu.
Namun, ia mempertanyakan pelayanan yang diterimanya karena kebutuhan air bersih di rumahnya justru tidak terpenuhi.
βSudah sekitar empat bulan air di rumah kami tidak lancar. Kami tidak pernah terlambat membayar tagihan. Tapi dua bulan terakhir, satu ember pun air PDAM tidak pernah kami dapatkan,β ungkap Jamal.
Menurutnya, kondisi tersebut telah mengganggu kebutuhan dasar keluarganya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa memanfaatkan air alam yang berasal dari pegunungan.
Ironisnya, kata Jamal, berbagai upaya untuk menyampaikan keluhan kepada pihak PDAM belum mendapatkan respons yang memuaskan.
Ia mengaku telah beberapa kali menghubungi Direktur PDAM Bantaeng melalui telepon maupun pesan WhatsApp, namun tidak mendapat respons.
Keluhan juga telah disampaikan kepada Kepala IKK Bissappu. Namun, Jamal mengaku respons dari pejabat tersebut sering kali terlambat.
βSaya telepon dan chat Kepala IKK Bissappu, terkadang baru dibalas setelah satu hari. Pernah saya hubungi, jawabannya sedang sibuk memancing,β katanya.
Jamal mengaku kecewa karena sebagai pelanggan yang rutin membayar tagihan, dirinya berharap setiap keluhan terkait distribusi air mendapat perhatian dan penanganan yang cepat.
βKalau pelanggan terlambat membayar, tentu ada konsekuensinya. Kami juga berharap ketika air tidak mengalir, keluhan pelanggan ditanggapi dan diberikan solusi,β ujarnya.
Ia juga mengaku telah berupaya menghubungi Dewan Pengawas PDAM Bantaeng. Namun, hingga kini dirinya mengaku belum memperoleh kepastian mengenai penyelesaian persoalan tersebut.
βKami mau mengadu kepada siapa lagi? Saat ini jangankan untuk mandi, air untuk wudhu dan kebutuhan buang air besar saja tidak ada,β keluhnya.
Jamal mendesak manajemen PDAM Bantaeng segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi jaringan dan distribusi air di wilayah IKK Bissappu.
Ia berharap pihak PDAM tidak hanya menerima pembayaran dari pelanggan, tetapi juga memberikan pelayanan yang layak serta memastikan pengaduan masyarakat ditindaklanjuti.
βJangan kami hanya diminta membayar tagihan setiap bulan. Ketika air tidak mengalir, kami juga butuh kepastian dan solusi dari PDAM,β tegasnya.
Keluhan tersebut sekaligus menjadi perhatian terhadap kualitas pelayanan publik, khususnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih. (Supriadi Awing)












