Oknum Bripda Diduga Bikin Kos di Lelilef Mencekam, Keributan dengan Perempuan Berujung Dugaan Cekikan

Oplus_16908288


HALMAHERA TENGAH – Seorang oknum anggota Polres Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, berinisial Bripda F, diduga membuat resah sejumlah penghuni rumah kos di wilayah Lelilef, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah.
Keresahan itu diduga dipicu oleh hubungan pribadi Bripda F dengan seorang perempuan berinisial Wul, yang diketahui bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan tambang di kawasan Weda Bay.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, hubungan keduanya telah berlangsung cukup lama. Sejumlah warga bahkan mengaku kerap mendengar keributan yang diduga melibatkan keduanya di tempat kos.

Kondisi tersebut disebut membuat penghuni kos merasa tidak nyaman. Bahkan, pemilik kos mengaku memilih tidak menegur secara langsung karena Bripda F disebut pernah mengaku sebagai anggota intel Polres Halmahera Tengah.

β€œKami tidak berani menegur karena dia mengaku sebagai intel Polres Halteng,” ungkap pemilik kos kepada media ini.
Situasi kembali memanas pada 30 September 2026. Keributan yang terjadi pada malam hari membuat sejumlah penghuni kos terbangun dan keluar untuk melihat apa yang terjadi.

Menurut keterangan sejumlah saksi, pertengkaran antara Bripda F dan Wul diduga berujung pada tindakan kekerasan. Wul disebut mengalami cekikan hingga tidak dapat berkutik.

β€œPenghuni kos banyak yang terbangun karena suara keributan. Saat dilihat, keduanya sedang bertengkar dan diduga terjadi tindakan kekerasan,” ujar seorang saksi yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Peristiwa tersebut kemudian menjadi perhatian warga.

Setelah dilakukan penelusuran, diketahui Bripda F diduga bukan anggota Intel Polres Halmahera Tengah sebagaimana pengakuan yang disampaikan kepada pemilik kos.

Bripda F disebut merupakan anggota Satuan Samapta Polres Halmahera Tengah yang mendapat tugas pengamanan di kawasan perusahaan tambang di wilayah Lelilef, Weda.

Bacaan Lainnya

Informasi mengenai keributan tersebut akhirnya sampai ke Mapolres Halmahera Tengah. Bripda F dikabarkan tengah menjalani proses pemeriksaan atau penanganan oleh pihak kepolisian terkait dugaan keributan dan kekerasan tersebut.

Media ini masih berupaya memperoleh klarifikasi resmi dari Polres Halmahera Tengah maupun Bripda F mengenai persoalan tersebut, termasuk status pemeriksaan dan langkah yang akan diambil terhadap dugaan pelanggaran tersebut. (Tim)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *