HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Sejumlah petani rumput laut di Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mengalami kerugian setelah dampak gempa yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 06.00 WITA.
Perubahan kondisi air laut secara tiba-tiba setelah gempa berdampak pada sejumlah lokasi budidaya rumput laut masyarakat di sepanjang pesisir Bantaeng. Bentangan budidaya dilaporkan rusak, sementara bibit rumput laut yang baru saja diturunkan ke laut ikut terdampak.
Salah seorang petani, Saenal, warga Kampung Pabineang, Kelurahan Lamalaka, mengatakan kerusakan tersebut membuat petani mengalami kerugian cukup besar.
βAkibat gempa NTT, lokasi kami rusak. Bukan hanya bentangan yang hancur, tetapi rumput laut yang bibitnya baru saja kami turunkan juga ikut rusak. Kerugian yang kami alami cukup besar,β ujar Saenal.
Ia mengatakan, petani kini harus kembali mengeluarkan biaya untuk memperbaiki lokasi budidaya. Sejumlah perlengkapan seperti tali pematang, tali jangkar, karung untuk jangkar, hingga tali pengikat bentangan harus kembali disiapkan.
βSelain kehilangan bibit dan kerusakan bentangan, kami harus mencari biaya lagi untuk memperbaiki lokasi. Tentu ini membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit,β keluhnya.
HNSI DESAK PEMERINTAH TURUN TANGAN
Kondisi tersebut mendapat perhatian Ketua DPC HNSI Bantaeng, Aidil. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Bantaeng segera turun tangan dan memberikan perhatian kepada para pembudidaya rumput laut yang mengalami kerusakan akibat dampak gempa.
Menurut Aidil, kerusakan tidak hanya terjadi pada satu lokasi, tetapi berdampak pada sejumlah kawasan budidaya rumput laut masyarakat di sepanjang pesisir Bantaeng.
βKami meminta pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat yang mengalami kerusakan lokasi dan rumput laut. Kerugian mereka cukup besar dan tentu membutuhkan bantuan untuk kembali memulai usaha,β kata Aidil.
Ia juga mendesak DPRD Kabupaten Bantaeng ikut melihat langsung kondisi masyarakat serta menyuarakan aspirasi para petani rumput laut yang terdampak.
βKami berharap DPRD Bantaeng melihat dan mendengar keluh kesah masyarakat. Sejak kejadian ini, kami belum melihat langkah nyata pemerintah kabupaten maupun pemerintah setempat untuk menyikapi kondisi para petani yang terdampak,β tegasnya.
Aidil berharap pemerintah segera melakukan pendataan terhadap lokasi yang rusak dan menghitung kerugian masyarakat agar dapat menentukan langkah penanganan yang tepat.
βHarus ada solusi dari pemerintah untuk meringankan beban masyarakat. Pemerintah tidak boleh tinggal diam ketika warganya membutuhkan bantuan. Justru dalam kondisi seperti inilah pemerintah harus hadir dan memberikan perhatian, bukan hanya hadir dalam kegiatan seremonial,β tandas Aidil.
Para petani rumput laut kini berharap pemerintah segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi kerusakan, memberikan bantuan perbaikan sarana budidaya, serta membantu pemulihan usaha masyarakat pesisir yang terdampak. (Supriadi Awing)












