HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, melepas 764 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Gelombang 116 setelah menjalani pengabdian selama 40 hari di Kabupaten Bantaeng.
Pelepasan mahasiswa KKN tersebut dirangkaikan dengan penanaman 3.000 bibit pohon di kawasan Wisata Hutan Pinus Rombeng, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus meninggalkan jejak positif selama mahasiswa menjalankan program pengabdian di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Bantaeng AKBP Andi Mayasari Patongai, Dandim 1410/Bantaeng Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, Koordinator KKN Tematik Unhas Putri Fatima Nurdin bersama para pembimbing KKN, kepala OPD lingkup Pemkab Bantaeng, serta unsur pemerintah wilayah setempat.
Bupati Bantaeng yang akrab disapa Uji Nurdin mengapresiasi kontribusi para mahasiswa selama berada di Kabupaten Bantaeng. Ia menyebut, kehadiran mahasiswa KKN memberikan dampak positif dan mendapat respons baik dari masyarakat.
βSaya selalu mendapat laporan dari masyarakat bahwa keterlibatan kalian dalam setiap kegiatan sangat berdampak positif,β ujar Uji Nurdin.
Menurutnya, penanaman 3.000 bibit pohon menjadi program yang sangat penting mengingat kondisi lingkungan, khususnya di wilayah pegunungan Bantaeng, yang membutuhkan perhatian serius.
Uji Nurdin menyoroti aktivitas penebangan pohon untuk pembukaan lahan perkebunan yang dapat berdampak terhadap wilayah di dataran rendah. Berkurangnya tutupan pohon di kawasan pegunungan, kata dia, berpotensi meningkatkan risiko bencana seperti banjir.
βKetika pohon-pohon dihabiskan di daerah pegunungan, masyarakat di dataran rendah sangat terdampak atau kebanjiran. Jadi saya meminta jajaran saya untuk mengontrol bibit ini agar tumbuh dengan baik,β tegasnya.
Ia berharap penanaman tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan pemeliharaan dan pengawasan agar bibit yang ditanam dapat tumbuh serta memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
Sementara itu, Koordinator KKN Unhas, Putri Nurdin, menyampaikan bahwa seluruh program yang dijalankan mahasiswa selama masa pengabdian berlangsung dengan baik. Berbagai program dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian di tingkat desa dan kelurahan.
Salah satu program yang dinilai memberikan dampak positif adalah pengelolaan sampah melalui pembuatan mesin pencacah sampah plastik. Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai hidroponik serta membentuk komunitas tanggap bencana di wilayah penempatan masing-masing.
βAda juga yang mengajarkan hidroponik. Bahkan ada yang membuat komunitas tanggap bencana. Alhamdulillah, banyak sekali program-program yang mereka lakukan yang diapresiasi langsung oleh masyarakat,β ungkapnya.
Putri menegaskan, pendidikan di perguruan tinggi tidak semestinya hanya berorientasi pada perolehan ijazah. Menurutnya, mahasiswa dan alumni Unhas harus memiliki kepedulian serta kepekaan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
βKampus Unhas tidak hanya menghasilkan lulusan-lulusan dengan memodalkan ijazah. Alumni Unhas harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat. Itu jauh lebih penting dari sekadar mengandalkan ijazah,β pungkasnya.
Berakhirnya masa KKN 764 mahasiswa Unhas di Bantaeng diharapkan tidak menjadi akhir dari hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Berbagai program yang telah dijalankan, termasuk penanaman 3.000 bibit pohon, diharapkan dapat terus memberikan manfaat serta menjadi bagian dari upaya bersama membangun Bantaeng yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.
Reporter : Anto
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2026












