HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Dugaan praktik pelayanan tidak adil kembali mencuat di SPBU Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan petugas SPBU diduga lebih mengutamakan pengisian BBM jenis solar ke jerigen dibandingkan kendaraan truk yang tengah mengantre.

Video yang beredar luas di Facebook itu langsung memicu reaksi publik. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara seorang sopir truk yang mengeluhkan tidak mendapat pelayanan meski hanya ingin membeli solar dalam jumlah terbatas.
βMohon pak Bupati, kami tidak dilayani. Kami cuma mau isi Rp150 ribu, tapi tidak dikasi,β keluh sopir dalam video tersebut.
Sopir berinisial P, yang dikonfirmasi oleh HALILINTARNEWS.id melalui WhatsApp, membenarkan kejadian itu. Ia mengaku sengaja merekam dan menyebarkan video sebagai bentuk kekecewaan terhadap pelayanan SPBU yang dinilai tidak adil dan tidak berpihak kepada pengendara.
βKami sangat kecewa. Kendaraan kami antre, tapi justru jerigen yang dilayani lebih dulu. Ini sangat merugikan kami sebagai sopir,β tegasnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin pagi (30/3/2026) saat kondisi antrean kendaraan disebut cukup padat. Sejumlah pengendara lain juga disebut-sebut mengalami hal serupa, meski belum semuanya bersedia memberikan keterangan secara terbuka.
Praktik pengisian BBM menggunakan jerigen sendiri kerap menuai polemik di tengah masyarakat. Pasalnya, pengisian BBM bersubsidi seperti solar seharusnya diperuntukkan bagi konsumen yang berhak dan sesuai ketentuan, bukan untuk disalahgunakan atau diperjualbelikan kembali.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya kelalaian dalam pengawasan, bahkan membuka potensi penyimpangan distribusi BBM bersubsidi di tingkat lapangan. Jika benar terjadi, hal tersebut dinilai dapat merugikan masyarakat luas, khususnya pelaku usaha transportasi yang sangat bergantung pada ketersediaan solar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengawas SPBU Lamalaka yang dihubungi melalui WhatsApp belum memberikan tanggapan, meskipun pesan telah terbaca. Sikap diam ini semakin menimbulkan tanda tanya publik terkait transparansi dan tanggung jawab pengelola SPBU.
Masyarakat pun mendesak adanya tindakan tegas dari pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, untuk turun tangan melakukan pengawasan dan penindakan jika ditemukan pelanggaran.
Selain itu, pihak Pertamina sebagai regulator distribusi BBM diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPBU Lamalaka guna memastikan distribusi BBM bersubsidi berjalan adil, transparan, dan tepat sasaran. (Supriadi Awing).












