PLN Minta Pengurangan Penggunaan Listrik



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – PLN UID Sulselrabar sebelumnya sudah merilis kondisi kelistrikan yang terjadi saat ini. Dalam rilis tersebut, PLN meminta dukungan masyarakat untuk sementara waktu ini, agar bersama-sama mengurngi pemakaian listriknya sekitar 30 persen selama masa pemulihan pembangkit.

Bukan hanya kepada masyarakat, bahkan seluruh kawasan industri di wilayah UID Sulselabar, juga diminta agar mengurangi penggunaan daya kelistrikan.

Selain itu, penggunan listrik di industri besar, kata Bustamin, jaringan transmisi berbeda dengan jaringan untuk disuplai ke warga.

“Kalau yang kawasan industri itu kan tegangan tinggi. Jaringannya pun itu beda, bukan yang tiang tiga kabel itu, yang biasa di pinggir jalan, tapi pakai jaringan langsung SUTT yang tinggi itu, yang tower itu, jadi langsung dari gardu induk,” jelasnya.

Di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) misalnya, pengurangan daya listrik sudah dilakukan. Bahkan persentase produksi berkurang hingga 60 persen.

Manajemen Produksi PT. Huadi Nickel – Alloy Indonesia, Fuad Ismail menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah mengurangi aktivitas produksi akibat kurangnya pasokan listrik.

“Beberapa bulan terakhir kami sudah mengurangi aktivitas produksi di dalam (Smelter Huadi),” kata Fuad saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu 26 November 2023.

Ia mengaku, sejauh ini 60 persen aktivitas produksi terpaksa dihentikan sementara, sembari menunggu daya listrik kembali normal.

Bacaan Lainnya

“Kami mengurangi pemakaian daya listrik, supaya bisa mengurangi pemadaman bergilir listrik. Produksi kami turunkan sampai 60 persen,” tuturnya.

Reporter : Anto
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2023

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *