JENEPONTO, HALILINTARNEWS.ID β Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2022 di Kantor Lurah Bontoa, Kecamatan Binamu, Kamis (20/1/2022) kemarin, sejumlah warga menyampaikan keluh kesahnya dan apa kebutuhan paling mendasar mereka adukan ke anggota dewan yang hadir.
Menanggapi penyampaian warga Kelurahan Bontoa, Wakil Ketua DPRD Jeneponto Imam Taufik Bohari merespon penyampaian warga. Katanya, pihak dewan akan mengacu kepada usulan warga untuk diprogram Bukan dalam pembahasan di DPRD Jeneponto.
βInsya Allah tentu kami DPRD nanti akan mengacu dari usulan-usulan ini untuk kami coba programkan dalam pokok pikiran (Pokir) kami,β kata Imam Taufik Bohari yang juga Ketua DPC PPP Jeneponto.
Terkait usulan Imam Kelurahan Bontoa Muh. Asri soal bagaimana mensejahterakan Imam Rawatib, menurutnya itu adalah wewenang Kabag Kesra.
βInsya Allah kedepan, saya yang akan mengingatkan Kabag Kesra untuk mengusulkan penganggaran di Bagian Kesra. Perlu dipahami, timnya pak Bupati itu yang merancang APBD baru didorong masuk di DPRD dibahas,β tegasnya.
Ungkapnya, termasuk juga dirinya yang memperjuangkan agar gaji lingkungan harus naik. βSaya yang memaksakan agar gaji Kepala Lingkungan naik,β ucapnya.
βJadi, gaji pak Lingkungan tahun 2022 itu sudah naik. Hal itu sudah melalui komunikasi. Sudah ada Asosiasi Kelurahan sudah terbentuk itu datang ke DPRD, saya yang terima dan Alhamdulillah bisa kita naikkan,β ungkapnya.
Kata Imam Taufik, masa menyangkut kegiatan pemerintahan bisa dinaikkan, sedangkan yang menyangkut akhirat kenapa tidak bisa dinaikkan.
Selain itu, mengenai usulan pengaspalan, akunya pihak dewan akan tetap mengawal untuk masuk ke Dinas PU. Pasalnya, pengaspalan membutuhkan anggaran yang cukup tinggi.
Sedangkan, Muh. Ansar biasa dipanggil Karaeng Tinggi mengaku walaupun bukan basisnya di pemilihan legislatif akan tetapi ia telah membantu warga Bontoa yang berprofesi petani.
βWalaupun di wilayah Kelurahan Bontoa bukan basis saya saat Pilcaleg, akan tetapi saya tetap memasukkan di Bontoa bantuan berupa pompa pembasmi hama beberapa unit,β kata Karaeng Tinggi
Intinya, kedua anggota DPRD yang hadir di Musrenbang Kelurahan Bontoa, yaitu Imam Taufik Bohari dari Fraksi PPP bersama Muh. Ansar Fraksi PKB, merespon apa yang menjadi usulan dari warga Bontoa untuk selanjutnya dikawal dan diperjuangkan saat pembahasan di DPRD.
Redaksi.












