HALILINTARNEWS.id, MALUT — Sebanyak 7 orang warga Kecamatan Petani Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara dikejar dan di bantai orang hutan, 3 orang tewas dan yang lainnya melarikan untuk menyelamatkan dirinya.
Ke 7 orang tersebut saat hendak masuk hutan belantara ingin mendulang emas tiba-tiba diserang manusia hutan, mengakibatkan 3 orang rekannya meninggal dunia pembataian, pada selasa 23/3/2021.
Insiden ini Polda Maluku Utara membackup bersama Polres Halmahera Tengah guna mengusut pembantaian menewaskan 3 warga Kecamatan Petani Kabupaten Halmahera Tengah.
“Kejadian itu mengundang perhatian masyarakat di karenakan pelakunya di duga keras orang hutan suku TOUGUTIL. Suku terasing ini hidupnya di hutan belantara berpindah pindah tempat tinggal yang belum mengenal dunia modern.
Menurut Munawarsyah Musa saat menggelar aksi demo depan Mapolda Maluku Utara di Ternate.
pada 24/3/2021 menyampaikan, atas kejadian tersebut warga fogogoru berduka cita, dan meminta kepada penegak hukum untuk mengusut dan menghukum mati para pelakunya demikian di sampaikan Munawarsyah Musa.
Warga Fogogoru menggandeng Himpunan pelajar dan Mahasiswa Halmahera Tengah menegaskan Kasus penyerangan ini harus secepatnya di tangani, dan jangan di biarkan orang orang yang tidak bertanggung jawab berbuat anarkis seenak, tegas munawarsyah.
Sementara itu Kapolres Halmahera Tengah AKBP. NICO.S SETIAWAN membenarkan kejadian tersebut, dan kasus penyerangan 7 warga termasuk salah seorang anggota Babinsa Patani sedang kami dalami kata Kapolres dengan serius.
“Kami sudah memanggil beberapa saksi , dan jelasnya pemeriksaan sedang berjalan,” ungkap Kapolres.
“Pemeriksaan saksi di lakukan dengan tetap memperhatikan faktor psikis masing masing,dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sedang di lakukan termasuk melakukan visum ET refertum, bahkan jika keluarga yang meninggal tidak keberatan di outopsi, yah, kita outopsi, tapi jika keluarganya keberatan maka pihak Polrespun tidak akan mengaotopsinya,” ujar Kapolres.
Menurut Polda Maluku Utara melalui Kabid Humas Kombes Pol.Adip Rajikan menyatakan walaupun tidak di minta untuk mengusut kejadian tersebut, kami tetap mengusutnya,dan tidak akan mungkin terjadi pembiaran kepada para pelaku, kata Adip Rojikan mantan Kapolres Bantaeng Sulsel.
Untuk di ketahui lanjut Kombes Adip Rojikan mantan Kapolres Bantaeng Sulawesi Selatan bahwa posisi Polda tetap melakukan back up kepada Polres Halmahera Tengah.
Sekalipun tanpa kejadian penyerangan, pihak Polda Maluku Utara, tetap memberi perhatian khusus dan membantu Polres Halmahera Tengah agar situasi dan keamanan masyarakat tetap terjaga dan terlindungi kata Kombes Adip Rojikan
Kabid Humas Polda Maluku Utara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama sama menjaga keamana ketertiban masyarakat agar tetap kondusif dengan tetap tenang dan tidak terpancing, dan tidak melakukan tindakan kontraproduktif yang mengakibatkan terganggunya situasi Kamtibmas yang ada,”biarkan polisi bekerja mengusut dan menuntaskan kasus ini,” tutup Kabid Humas.
Penulis : Abdur/Akhmad Basir Nore
EditorΒ Β : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021







