HALILINTARNEWS.id, TERNATE — Salah seorang Oknum guru Honorer sekolah swasta Kota Baru lazimnya disebut komplex Pohon Pal Kota Ternate Maluku Utara, kini kembali terusik bermunculan satu persatu perbuatan kejahatan yang diduga mengusai ilmu hitam.
Hal ini yang telah diberitakan sebelumnya diduga bergentayangan membawa seorang gadis rekan kerjanya dengan modus proses belajar mengajar diluar Daerah setelah ketahuan ternyata diduga berhubungan diluar nikah.
Diketahui oknum guru tersebut telah proses di Polsek Tobelo Maluku Utara terkait kasus penipuannya.
Selain kasus yang ditangani PolsekTobelo kini kian bermunculan protes keberatan Masyarakat Ternate yang merasa ditipu oleh oknum guru honorer.
Termasuk korban Ibu Par warga Kalumata Ternate dihadapan halilintarnews.id di kediamannya sabtu 27/2/202, menjelaskan, sejak DR tinggal numpang di rumah saya, diduga melakukan mencuri menghabisi uang yang disimpan, ungkap Ibu Par melalui Pak Nur alias Mas Nur.
Ia menambahkan pengakuan korban kepada Mas Nur selain milik Ibu Par yang digasak DR, hal yang sama diduga pelaku DR melakukan aksinya mencuri di rumah milik UL sebesar Rp.600.000,-, kata Pak Nur dihadapan halilintarnews.id.
Sementara Ahbas mengatakan, ” saya tahu persis kelakuan DR, biar DR keliling dunia numpang tinggal di rumah orang kalau tidak bisa beruba sifat, tetap
dikejar kejar hukum kata Ahbas.
“Diketahui DR selama dua tahun terakhir tinggal di daerah Tabona, sebahagian warga Tabona mengetahui kelakuan atau kejahatan DR yang mendalami ilmu hitam mengakibatkan warga sering kecurian dan dikenal menggoda perempuan pengaruh ilmu hitam,”kata warga setempat kepada rekan wartawan.
Akhbas lebih lanjut menjelaskan kepada wartawan pada 28 / 2 2021 di Tabona mengenai DR bahwa DR tidak dapat di percaya lagi, dan sudah sulit di terima kembali bbbudi rumah Pak.Daeng.
Bukti dox HP yang di beli buat anaknya saya simpan ujar pak Daeng. Masih menurut sumber yang di terima pada tanggal yang sama menyebutkan adik adik lelakinya yang sering datang menemui DN adalah jaringannya ujar pak Nur pensiunan TNI.
“Saya sangat malu di buatnya ujar pak Nur kepada wartawan, gara gara saya yang menghubungi pak Daeng minta tolong agar Deni Rahman bisa di terima tinggal di rumahnya, ternyata yang saya titip di rumah pak Daeng adalah Maling besar ujarnya dengan penuh penyesalan.
Sekarang Deni Rahman sudah di hadapkan dengsn hukum di Tobelo, maka ssys harapkan agar DR di hukum setimpal dan kasusnya juga sudah di laporkan ke polres setempat.
Dengan demikian setelah proses hukumnya sudah tuntas di Tobelo, Para korban di Ternatepun telah menunggunya.
“Saya tetap proses dan keberatan atas perbuatan DR, saya tidak puas kalau DR tidak di proses hukum seraya para korban menyampaikan di hadapan wartawan. Informasi lain yang patut di percaya menyebutkan bahwa DR mengaku akan mengembalikan sebagian uang curiannya kepada korban.
Penulis : Akhmad Basir Noer
EditorΒ Β : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021







