Oknum Guru dua Sejoli Bergentayangan Mesra Mesraan di Luar Nikah Berujung Pidana



HALILINTARNEWS.id, TERNATE –– Setelah di ketahui pelaku dan memiliki ilmu hitam di tangani petugas kepolisian satu persatu kasus yang pernah di lakukan oleh oknum guru honorer bernunculan, sebagai mana data komplit yang dihimpun timΒ  rekan wartawan di Maluku Utara menyebutkan bahwa oknum DN pernah mempelet sesama teman gurunya bernama D. yang masih berstatus gadis telah di kuasai sekian lama, bahkan sempat di bawa ke Jailolo Halmahera Barat. Saat itu oknum guru honorer DR mengajak Perempuan ke Jailolo.

“Gadis nurut saja, kemana saja diajak, tetap ikut. Sebelum DN berangkat ke Jailolo, DN pamitan di Rumah Akhmad B di Tabona Ternate,dengan alasan ada kegiatan sekolah yang di selenggarakan di Jailolo,” katanya

“Saat DN berangkat diajaknyalah semua anak anaknya, yaitu Nyl dan BM. selama Dua hari di jailolo bukannya ada acara kegiatan sekolah melainkan bermesraan di kamar ibunya bersama teman perempuannya bernama D juga oknum guru honorer satu sekolah.”

Kepada Tim Wartawan BM anak oknum DR menjelaskan dan mengakui bahwa ayahnya DR bukannya ke jailolo dengan urusan sekolah melainkan mesra mesraan di kamar rumah nenek kata sang anak BM.

“Tidak ada kegiatan hanya pergi santai dengan perempuan D cewek papaku ujar BM. Selama dua hari di rumah orang tua DR, menikmati indahnya pantai jalolo lalu bergegas pulang ke Ternate.

“Saya sudah curiga dari awal bahwa keberangkatan DN ke jailolo bukan tugas sekolah, dan ini bukan satu dua kali DN lakukan kata orang dekatnta DR kepada wartawan.

Selain itu DR juga pernah pamit dari rumah di mana DR numpang tinggal ke Bandung dengan alasan sama pula, “yaitu kegiatan sekolah, pada hal sekolah tidak pernah menugaskan Deni ke Bandung.
Selain itu DR pernah mencoba melakukan penipuan dengan modus saat pemilik rumah menservis sepeda motornya di salah satu bengkel di Tanah Misi Ternate, dengan biaya servis Rp.820.000. Tapi Deni Rahman melaporkan ke pemilik motor soul yang tak lain tuan rumah tempat numpang tinggal Deni Rahman senilai Rp.1 500.000.(satu juta lima ratus ribu rupiah) tegah benar Deni Rahman, memperdayai pemilik rumah,pada hal makan, minum dan lain lain bersama 3 anaknya di tamggung oleh tuan rumah.

Tapi toh sampai hati DN memperdayainya,pada hal sudah dianggap keluarga sendiri di rumah itu ujar Haer kepada Warrtawan. Ini karena sudah terbiasa DN melakukan perbuatan tercelah melawan hukum, buktinya menurut Fah pernah tertipu di buat DN, Fah meneceritakan pengalamannya saat meminjam sepeda motornta DR tiba tiba kecelakaan dan sepeda motor rusak dan DN mengambil kesempatan minta uang servis motor dan biaya rumah sakit dharma ibu lebuh kurang Rp 2.000.000. ketika di minta bukti pembayaran rumah sakit Deni tidak dapat menunjukkan.

Bacaan Lainnya

“Jadi DN sudah biasa makan uang tipu muslihat. Saya kalau lihat Deni Rahman rasa kasihan, ini karena berkat ilmu hitamnya. tapi kali ini baru kena batunyaΒ  kata beberapa petugas polisi Tobelo,dan
sejumlah staf kantor Desa Rawa
Jaya, tanggal 24 /2 /2021.

“DN yang mengaku mencuri uang di rumah Daeng secara bertahap dan mengakui jumlahnya Ro.7.000.000Β  Nanun di kain pihak membantah tidak benar mencuri uang secara bertahap, karena saya selalu hitung, tepat hari penyetoran uang minyak tanah kalengΒ  penyimpanan yang kosong,akhirnya hari itu saya batal dan tunda penyetoran minyak kata pak Daeng,Β  dan ini baru uang minyak tanah di kakeng belum uang yang di kantong jaket yang saya gantung bagian belakang pintu kamar,” kata pak Daeng lebih kanjut.

“DR tudak tahu dirinya di pelajari dan di selidiki kata sumber resmi menambahkan bahwa DR itu sangat boros tiap malam beli minuman cap tikus Rp.50.000/botol aqua ukuran sedang di kali 1 bulan Rp.1.500.000.Rokok Surya 2 bungkus Rp.50.000/bln total Ro 3.000.000. ini baru dua macan belum termasuk harga 3 unit HP termahal di peruntukkan kepada kedua anaknya,” tuturnya.

Saat di tanya keberadaannya di Tobelo, pak Daeng jelaskan bahwa Deni Rahman mengaku mengajukan lamaran kerja di kantor perwakilan Rokok Surya di Ternate,lalu di terima dan di tempatkan di Tobelo, ternyata tidak benar.

Penulis : Akhmad Basir Noer
EditorΒ  Β  : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *