HALILINTARNEWS.id, MAKASSAR β Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan arah strategis pembangunan Kota Makassar dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Makassar Tahun 2027.
Kegiatan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar itu berlangsung di Hotel Claro Makassar, Kamis (5/2/2026), dan dihadiri sejumlah pejabat penting daerah.
Di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Ketua DPRD Sulsel Andi Rahmatika Dewi, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Ketua DPRD Makassar Supratman, Sekretaris Daerah Kota Makassar, serta jajaran kepala SKPD, camat, dan lurah se-Kota Makassar.
Dalam sambutannya, Munafri menegaskan bahwa Musrenbang merupakan momen strategis dalam siklus perencanaan pembangunan daerah. Forum ini berfungsi sebagai wadah penajaman, penyelarasan, klarifikasi, serta kesepakatan terhadap prioritas pembangunan daerah tahun 2027.
Menurutnya, Musrenbang juga menjadi instrumen penting untuk memastikan konsistensi antara dokumen perencanaan jangka panjang, jangka menengah, hingga dokumen tahunan.
βMusrenbang hari ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, tetapi forum strategis yang menentukan arah pembangunan Kota Makassar pada tahun ketiga pelaksanaan RPJMD Kota Makassar 2025β2029 dalam rangka mewujudkan visi Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan,β ujar Munafri.
Ia menjelaskan bahwa sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, kebijakan pembangunan daerah harus selaras dengan kebijakan pembangunan nasional dan provinsi.
Visi pembangunan nasional melalui RPJPN menegaskan cita-cita Indonesia sebagai negara yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Sementara visi RPJMN menekankan komitmen menuju Indonesia Emas 2045.
Adapun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengusung visi βSulawesi Selatan Maju dan Berkarakterβ.
Dalam konteks tersebut, Munafri menegaskan bahwa Makassar sebagai pusat pertumbuhan di kawasan timur Indonesia memiliki tanggung jawab besar sebagai lokomotif pembangunan regional.
βOleh karena itu, tema RKPD Kota Makassar Tahun 2027 yang kita usung adalah βAkselerasi pembangunan infrastruktur, lingkungan hidup, SDM, dan pelayanan publik berbasis digital menuju Makassar unggul dan berkelanjutanβ,β jelasnya.
Menurut Munafri, tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan arah strategis sekaligus komitmen kolektif bahwa tahun 2027 merupakan tahun percepatan pembangunan dengan tetap menjaga kualitas, integrasi, dan keberlanjutan.
Dalam kesempatan itu, Munafri memaparkan empat pilar utama arah kebijakan pembangunan Kota Makassar tahun 2027.
Pilar pertama adalah akselerasi pembangunan infrastruktur perkotaan. Kebijakan ini diarahkan pada percepatan penyediaan dan peningkatan kualitas infrastruktur dasar yang terintegrasi serta berketahanan terhadap risiko bencana.
βFokusnya meliputi peningkatan kemantapan jalan dan konektivitas antarwilayah, revitalisasi serta integrasi sistem drainase untuk mengurangi genangan dan banjir, serta penguatan sistem transportasi publik yang terintegrasi,β jelasnya.
Pilar kedua adalah pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan. Munafri menegaskan pembangunan Makassar sebagai kota metropolitan harus tetap memperhatikan prinsip ekologi guna menjaga daya dukung dan daya tampung lingkungan.
Kebijakan tersebut diarahkan pada peningkatan luasan dan kualitas ruang terbuka hijau, modernisasi sistem pengelolaan sampah menjadi energi atau PSEL, peningkatan kualitas air dan sanitasi, serta penguatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Pilar ketiga adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurut Munafri, kualitas SDM merupakan faktor utama dalam meningkatkan daya saing daerah.
Fokus kebijakan pada tahun 2027 diarahkan pada penurunan prevalensi stunting, penguatan layanan kesehatan dasar, peningkatan kualitas pendidikan termasuk pendidikan vokasi, serta penguatan pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan industri modern dan ekonomi digital.
Sementara pilar keempat adalah transformasi pelayanan publik berbasis digital.
Munafri menuturkan transformasi digital ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, serta akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
βFokus kebijakan ini meliputi integrasi layanan perizinan dan administrasi kependudukan berbasis sistem informasi, penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta integrasi data kota melalui sistem βSatu Data Makassarβ,β terangnya.
Ia menambahkan, keempat pilar kebijakan tersebut bermuara pada tujuan strategis yakni terwujudnya Makassar yang unggul dan berkelanjutan.
Unggul dimaknai sebagai meningkatnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, meningkatnya daya saing daerah, penguatan investasi dan sektor unggulan, serta peningkatan pendapatan per kapita secara merata sehingga Makassar dapat menjadi pusat pertumbuhan Indonesia Timur dengan daya saing internasional.
Sementara berkelanjutan dimaknai sebagai terjaganya kualitas lingkungan hidup, meningkatnya ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim, serta terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menekankan beberapa hal kepada seluruh perangkat daerah.
Pertama, memastikan konsistensi antara RKPD Tahun 2027 dengan target serta indikator dalam RPJMD. Kedua, menyusun program dan kegiatan yang berorientasi pada hasil (outcome oriented) dan berbasis kinerja.
Ketiga, mengutamakan efisiensi belanja daerah dengan memprioritaskan program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Keempat, memperkuat integrasi lintas sektor serta kolaborasi multipihak.
Munafri juga menegaskan bahwa Musrenbang harus menghasilkan prioritas pembangunan yang realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah serta proyeksi pendapatan dan belanja tahun 2027.
βPerencanaan yang baik adalah fondasi bagi pelaksanaan yang efektif,β ujarnya.
Di akhir sambutannya, Munafri mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan dokumen RKPD Kota Makassar Tahun 2027 serta berpartisipasi dalam Musrenbang.
Ia juga mengajak seluruh peserta memberikan masukan yang konstruktif, berbasis data, dan berorientasi solusi.
Munafri optimistis melalui sinergi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, Kota Makassar dapat terus berkembang sebagai pusat pertumbuhan di kawasan timur Indonesia yang berdaya saing, tangguh, dan berkelanjutan.
βMari kita pastikan RKPD Tahun 2027 benar-benar menjadi instrumen akselerasi pembangunan, bukan sekadar dokumen administratif,β ajaknya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendorong pembangunan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya memastikan setiap perencanaan pembangunan benar-benar terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
βMusrenbang menjadi langkah penting untuk mewujudkan hal tersebut,β singkatnya.
Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Makassar Supratman menekankan pentingnya sinkronisasi antara rencana pembangunan daerah dengan kebijakan pembangunan nasional dan provinsi.
Menurutnya, RPJMD Kota Makassar 2025β2029 telah diselaraskan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP), program strategis nasional pemerintah pusat, serta arah pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2027.
Ia juga menjelaskan bahwa penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pembangunan daerah.
βSubstansi pokok-pokok pikiran DPRD berfokus pada sejumlah isu strategis pembangunan daerah, di antaranya pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penanggulangan kemiskinan, serta peningkatan kualitas pelayanan sosial,β jelasnya.
Menurut Supratman, Musrenbang merupakan forum penting untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah melalui koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antara seluruh pelaku pembangunan, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat.
βDengan demikian dapat terwujud pembangunan yang berkelanjutan, terpadu, dan terarah dalam jangka panjang,β tutupnya.
Reporter : Ilham Iriansah
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2026












