HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, resmi dinobatkan sebagai Desa Berstatus Mandiri peringkat pertama tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025. Penghargaan bergengsi ini diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Piagam Penghargaan Gubernur Sulawesi Selatan, yang diserahkan di Makassar, 13 Desember 2025.
Desa Bonto Marannu meraih skor tertinggi 97,01 dalam penilaian provinsi, mengungguli desa-desa lain di Sulawesi Selatan. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan desa dalam tata kelola pemerintahan, pembangunan ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Kepala Desa Bonto Marannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Kasman menegaskan bahwa predikat Desa Mandiri merupakan hasil kerja disiplin dan komitmen kuat seluruh elemen desa, bukan capaian instan.
βPredikat Desa Mandiri ini kami capai dengan kerja nyata, bukan seremonial. Kami membangun sistem pemerintahan desa yang tertib, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Tidak ada ruang untuk kerja setengah-setengah,β tegas Kepala Desa Bonto Marannu.
Ia juga menekankan bahwa penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat tanggung jawab yang lebih besar ke depan.
> βPenghargaan ini bukan titik akhir. Justru menjadi peringatan bagi kami agar tidak lengah. Status Desa Mandiri wajib dibuktikan setiap hari melalui pelayanan publik yang bersih, program yang tepat sasaran, dan pengelolaan anggaran yang akuntabel,β lanjutnya.
Menurutnya, pemerintah desa berkomitmen menjaga integritas dan konsistensi pembangunan desa demi kesejahteraan masyarakat.
> βKami pastikan pembangunan desa berjalan terukur dan berkelanjutan. Setiap kebijakan harus berdampak langsung bagi masyarakat. Jika tidak memberi manfaat, maka tidak akan kami jalankan,β tandasnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap keberhasilan Desa Bonto Marannu dapat menjadi role model bagi desa-desa lain dalam mendorong kemandirian dan percepatan pembangunan desa.
Dengan capaian ini, Desa Bonto Marannu tidak hanya mencatat prestasi administratif, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai desa yang siap menjadi contoh tata kelola pemerintahan desa yang profesional dan berintegritas di Sulawesi Selatan. (Supriadi Awing)












