Kritikan Fraksi PPP Dijawab Pertumbuhan Ekonomi Bantaeng Tertinggi di Sulsel



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Mekanisme pencairan dana transfer dari pemerintah pusat dan provinsi pada dasarnya sudah sesuai dengan petunjuk teknis pencairan. Namun dana bagi hasil (DBH) kurang tersalur dari pusat maupun provinsi, terutama triwulan III dan IV tahun 2022.

Penjelasan tersebut disampaikan Sekda Bantaeng Abdul Wahab, saat menjawab pertanyaan Fraksi PPP yang disampaikan juru bicaranya, Hasanuddin, ketika digelar paripurna penetapan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2022, belum lama ini.

“Jadi bukan hanya di Bantaeng, tapi keterlambatan transfer dana dari pemerintah pusat maupun provinsi terjadi di 24 kabupaten/Kota di Sulsel,” bebernya.

Disinggung sejumlah pembangunan fisik seperti destinasi wisata Pantai Marina dan pasar tradisional yang terkesan mangkrak, Abdul menyebutkan kalau kawasan marina masih tetap berjalan sebagai kawasan pariwisata.

Hanya saja, terkait pasar tradisional yang kurang aktivitas, dipengaruhi dampak pandemi covid 19. Namun Pemkab ber komitmen untuk melakukan perbaikan dan pembinaan agar dapat berfungsi kembali.

Sekda juga menyampaikan, pada 2022 pertumbuhan ekonomi Bantaeng juga melejit menjadi 15,45% yang disumbangkan melalui empat sektor utama yaitu pertanian, industri, konstruksi dan perdagangan.

“Kondisi ini juga pernah terjadi pada 2021, dimana pertumbuhan ekonomi Banteng tumbuh hingga 8,86%. Prestasi ini dicapai melalui empat sektor utama penyumbang PDRB yakni pertanian, konstruksi, perdangangan dan industri pengolahan,” jelasnya.

Capaian ini pula, lanjut dia, berdampak pada penurunan tingkat pengangguran terbuka secara signifikan dari 4,07% di tahun 2021, menjadi 2,72% pada 2022. Itu diperoleh Selian lewat naiknya produksi UMKM, juga banyaknya tenaga kerja yang diserap melalui Industri KIBA.

Bacaan Lainnya

“Dengan naiknya Industri d Bantaeng, menjadi peluang bagi meningkatnya penggunaan hasil-hasil pertanian lokal sebagai pemasok konsumsi di kawasan Industri,” tutupnya. (*)
******
Fraksi PKS Sebut Capaian Pos Pendapatan Transfer antar Daerah Cukup Rendah

BANTAENG – Fraksi PKS DPRD Bantaeng mengkiritsi optimalisasi penerimaan capaian Pendapatan retribusi daerah Kabupaten Bantaeng hanya terealisir Rp7 miliar atau sebesar 25,31%. Kritikan itu disampaikan pada paripurna pelaksanaan APBD 2022 yang disampaikan juru bicaranya, H. Abd. Rahman Tompo belum lama ini di gedung DPRD.

Selain itu, mantan Ketua DPRD Bantaeng itu juga menyebutkan capaian pos pendapatan transfer antar daerah yang hanya terealisasi Rp8,5 miliar atau 12,78% dinilai sangat rendah.

Terkait hal itu, Sekda Bantaeng Abdul Wahab menyampaikan, pos pendapatan lewat transfer antar daerah sebesar Rp8,5 miliar, merupakan bantuan keuangan dari Pemprov Sulsel kepada Pemerintah Kabupaten.

“Meskipun berdasarkan permohonan yang diajukan ke Pemprov Sulsel kepada Pemkab Bantaeng senilai Rp67 miliar lebih, namun yang dapat disalurkan hanya sebesar Rp8,5 miliar. Ini disebabkan kebijakan keuangan yang dilakukan Pemprov Sulsel,” ungkapnya.

Begitu juga dengan rendahnya serapan realisasi pendapatan di berbagai OPD seperti Dinas Kesehatan, RSUD Banyorang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kepemudaan dan Olahraga serta Dinas Tenaga Kerja yang tidak mencapai target.

Menurut Abdul Wahab, terkait rendah serapan anggaran Dinas Kesehatan dan RSUD Banyorang, disebabkan pelayanan kesehatan sudah dalam bentuk UHC (universal Health Coverage). “Sehingga pelayanan kesehatan terlayani dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan,” katanya.

Sedangkan untuk Dinas Lingkungan Hidup, lanjutnya, disebabkan peraturan daerah tentang pengelolaan persampahan baru ditetapkan di akhir tahun 2022.

Untuk Dinas Pemuda dan Olahraga, disebabkan sudah banyaknya tempat wisata air (kolam renang) milik swasta yang terbangun dengan berbagai wahana dan fasilitas didalamnya.

“Khusus untuk Disnaker, lebih disebabkan revisi Perda terkait pajak dan retribusi belum selesai diasistensi di Kemendagri. Sehingga Pemda belum menarik retribusi dari perpanjangan izin tenaga kerja asing. Tapi kedepan Pemda akan lakukan upaya optimalisasi penerimaan,” paparnya.

Reporter : Anto
EditorΒ Β Β Β Β  : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *