Ngamuk dan Maki Security Dokter di RSUD Anwar Makkatutu, Ketua DPRD Bantaeng Dinilai Lagak Preman



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Ketua DPRD. Bantaeng SulSel, HAMZAH kini digegerkan berlagak seperti Preman kampung mengamuk di RS. Anwar Makkatutu dan bahkan dikabarkan memukuli salah seorang security dan juga memakinya dokter serta perawat.

Atas insiden itu Masyarakat sangat menyenangkan tindakan buruk yang dilakukan oleh Ketua DPRD yang tidak mencerminkan panutan sebagai pemimpin wakil rakyat, yang semestinya mampu menahan emosi,memberikan pembinaan terhadap masyarakat Bantaeng secara profesional.

Sehubungan dengan itu atas nama
masyarakat yang prihatin terhadap aksi anarkis yang dipertontonkan oleh Ketua DPRD. Bantaeng dari Partai PPP itu, meminta dan mendesak, agar Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, memberikan Sanksi Etik / PAW, mengingat tindakan Sok Preman HAMZAH itu dapat merusak citra dan nama Partai Persatuan Pembangunan ( PPP ) di Kab. Bantaeng pada khususnya dan Umumnya Indonesia.

Mendesak Kapolres Bantaeng. Agar segera memeriksa dan menangkap Ketua DPRD. Bantaeng. Karena terbukti membuat onar alias gaduh di RS. Selain itu apa bila benar adanya tindakan pemukulan terhadap security, kemudian Kapolres mendiamkan ini, maka terbukti di bantaeng penegakan hukumnya tumpul alias mirip”dalam film polisi india.

Sekaitan dengan itu, masyarakat menunggu tindakan Kapolres dan Para rekan Wartawan untuk memberitakan kejadian Ini, semoga saja para wartawan dan aktivisnya masih punya nyali dalam mengkritik tindakan tindakan Premanisme.

Ketua DPRD Bantaeng, Hamzah saat ditemui di kediaman pribadinya, Jumat (30/6/2023) kepada rekan Media ini menjelaskan, bahwa ketika itu dia berkunjung ke RSUD Makkatutu untuk menjenguk H. Irianto anggota DPRD Bantaeng, Pengawas sekolah dan Lurah Bontorita.

Menurutnya, setelah dia pulang, mengaku salah jalan dan ditegur sama Security ditunjukkan ke jalan umum namun setelah putar haluan dan menoleh kebelakang Security nampak ketawa kurang beritika.

Bacaan Lainnya

“Setelah saya pulang saya ditegur Security katanya saya salah jalan dan setelah saya menuju ke jalan umum lalu saya menoleh kebelakang Security itu memandang sinis ke saya lalu ketawa makanya saya naik emosi karena sepertinya dia sentimen saya atau bagaimana”. Ujarnya.

Namun dia membantah kalau dirinya melakukan pemukulan terhadap seorang Security.

“Saya tidak melakukan pemukulan terhadap Security kecuali saya menarik bajunya karena memang saya sangat emosi”. Tutur Jelasnya.

Reporter : Nawir
EditorΒ Β Β Β Β  : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *