Beranda BANTAENG

Dinilai Buta Tuli Dan Membisu Tangani Kasus Korupsi, Puluhan Pemuda Gelar Unjuk Rasa Di Kejari Bantaeng

577
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Puluhan Aliansi Pemuda Masyarakat Pattallassang Kec. Tompobulu Kab. Bantaeng Sulawesi Selatan, kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri Bantaeng pada selasa 31/8/2021, sekitar pukul 10.00.

Puluhan pemuda dan masyarakat tersebut, melakukan orasinya dengan membakar ban di badan jalan poros Nasional Bantaeng – Makassar, sehingga sempat memacetkan arus lalu lintas.

Dalam aksi unjuk rasa yang digelar oleh puluhan pemuda itu, sejumlah petugas dari pihak Kepolisian dan Satpol PP melakukan pengamanan, berjalan aman dan lancar.

Aneh tapi nyata, karena dalam aksi tersebut,ada salah seorang peserta aksi yakni Ukki penyandang Disabilitas alias gangguan Tunawicara terlihat semangat ikut berorasi memakai Mikrofon membaca tuntutannya dengan bahasa bisu yang tidak dimengerti dengan berucapkan, babaecaeecebabaaaa, Ungkap Ukki orang bisu itu dalam orasinya.

Disela-sela orasinya, Ukki yang mengalami gangguan tunawicara menuai perhatian oleh pengendara dan para petugas disaat berbicara dengan teriakan lantang bahasa bisunya didampingi Aldi Naba mengartikan teriakan, “Copot Kasi Intel dan Kejari Bantaeng, sebab beberapa kasus yang telah kami laporkan atas dugaan Korupsi yang dilakukan oknum Kepala Desa hanya jalan di tempat termasuk Kepala Desa Pattallassang Kecamatan Tompobulu, teriak Ukki bersama Aldi Naba.

“Kehadiran Ukki di tempat ini sebagai simbol Kasi Intel Bantaeng Kami menilai Buta dan Tuli menangani berbagai kasus di Bantaeng,” pungkasnya.

Secara bergantian orasi, Aldi Naba mengatakan terkait kasus dugaan korupsi yang dilakukan Kades Pattallassang yang hingga saat ini tak kunjung ada tindak lanjut, entah kenapa dibalik kasus itu di kubu Kejari Bantaeng, dan para peserta aksi bersamaan angkat suara,”Kasi Intel silahkan angkat kaki pulang kampung jangan tinggal di Bantaeng pelihara Koruptor, teriak Aldi Naba bersama rekannya.

Baca Juga :  Bantaeng Dominasi Kompetisi Replikasi Inovasi Tingkat Sulawesi Selatan

Aliansi Pemuda Masyarakat Pattallassang membetangkan sepanduk bertuliskan, Copot APH yang menyelesaikan masalah di warung kopi dengan Kepala Desa yang terlapor, mendesak Kejaksaan Negeri Bantaeng untuk menindaklanjuti laporan pemuda dan Masyarakat Desa Pattallassang, Mendesak Kejari Bantaeng untuk turun ke lapangan memetiksa objek laporan pemuda dan masyarakat Desa Pattallassang, Stop Kongkalikong dengan Kepala Desa yang terlapor.

Yusdanar mengatakan dalam orasinya, terkait pembelian lahan untuk pembangunan kolam renang tepatnya di Desa Pattallasaang sebesar 150 juta yang sumber dananya dari Dana Desa (DD) yang dilakukan oleh Kepala Desa Pattallassang, diduga melawan hukum memperkaya diri, berdasarkan peraturan Menteri Desa, PDDT dan tranamigrasi No.19 tahun 2017, kata Yusdanar.

Lanjut Yusdanar, sebagaimana telah dituangkan Pemdes Pattallassang yang telah mengeluarkan anggaran Dana Desa sebesar 150 juta untuk biaya pembelian tanah, namun dengan kekuasaannya atau kewenangannya diduga melakukan pemotongan sepihak kepada pemilik tanah sebesar 40 juta, jelas Yusdanar.

Peserta aksi ingin memasuki kantor Kejaksaan, namun dihalau oleh petugas Kejaksaan Bantaeng, dengan menutup pagar

Kasi Intel Kejaksaan menemui peserta aksi menyampaikan ini perintah atasan, boleh saja masuk menemui pak Kejari melalui perwakilannya saja, namun peserta aksi menolak dengan berdalih meminta semuanya masuk mendengar jawaban Bapak Kejari, karena kami hanya kurang lebih 10 orang.

Para aksi lebih memilih membubarkan aksinya dan sambil berteriak tunggu saja kami akan melakukan aksi minggu depan yang lebih besar lagi.

Sementara Kasi Intel Kejari Bantaeng Ashar SH mengatakan dihadapan rekan wartawan, terkait tuntutan para aksi kami dari Kejaksaan sudah turun ke lapangan menindaklanjuti mengklarifikasi ke BPD dan perangkat Desa, Kecamatan, yang disaksikan oleh masyarakat setempat, ungkap Kasi Intel.Ashar

Baca Juga :  Ilham Azikin Lepas Paket Bantuan untuk Masyarakat di HUT ke-67 TNI

Ia menambahkan, kedua belah pihak telah sepakat melakukan transaksi pembayaran lahan yang dilengkapi surat pernyataan diatas materai, kata kasi Intel.

“Terkait kolam renang pihak Inspektorat telah menindaklanjuti namun tidak ada temuan, apanya lagi mau di persoalkan, pungkas Kasi Intel.

“Soal aksi yang mereka lakukan sebagai warga haknya menyuarakan pendapat, yang penting kami menjalankan tugas dengan baik,” kata Ashar.

Penulis : Supriadi Awing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here