Beranda BANTAENG

Polres Bantaeng Diduga Pelihara Kasus Pemerkosaan, Lingkar Akan Ngadu ke Polda dan Komnas Ham

1432
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Terkait kasus pelecehan seksual di Kabupaten Bantaeng kian menuai sorotan lantaran pelakunya hingga saat ini belum tertangkap.

Hal itu yang terjadi di Wilayah Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan, telah terjadi dugaan tindak pidana pemerkosaan seksual anak di bawah umur diduga pelakunya anak salah satu pejabat di Kabupaten Bantaeng.

Atas insiden dugaan pemerkosaan anak di bawah umur tersebut, pihak keluarga mengadu secara buka-bukaan dihadapan Lembaga LINGKAR Advokasi & Pelayanan Rakyat” Kabupaten Bantaeng, yang dinahkodai Kordinator Aldi Naba.

Menindaklanjuti kasus perbuatan dugaan pemerkosaan, Lembaga LINGKAR Advokasi & Pelayanan Rakyat Kabupaten Bantaeng yang terjadi di Kecamatan Tompobulu, kembali menggelar komferensi PERS tepatnya di Jalan Bolu Kelurahan Lembang Kecamatan Bantaeng peda kamis 12/8/2021, pukul 10.00 wita.

Dalam komferensi PERS Kordinator lembaga LINGKAR Advokasi & Pelayanan Rakyat Kabupaten Bantaeng, Aldi Naba mengatakan, kami dari LINGKAR menerima pengaduan atas kejadian itu, yang telah di serahkan dari pihak keluarga korban untuk mengkawal kasus pemerkosaan ini” hingga tuntas yang telah dilengkapi surat kuasa, kata Aldi Naba.

Kasus dugaan pemerkosaan tersebut, berhubung,” banyak kejanggalan di kubu penyidik Polres Bantaeng prosesnya hanya jalan di tempat” sehingga kami sudah dua kali melakukan aksi di depan kantor Polres Bantaeng pada 16/6/2021 lalu menyuarakan segera melakukan penangkapan pelaku pelecehan dan pemerkosaan anak di bawah umur namun pihak Polres Bantaeng berbagai alasan “belum cukup bukti,” ungkap Aldi Naba.

Telah marak dipublikasikan di media Online baru-baru ini bahwa pelaku dugaan pemerkosaan anak di bawah umur, Polres Bantaeng telah menetapkan tersangka, dan menjadi buronan Daftar Pencarian Orang (DPO) ungkap Aldi Naba.

Baca Juga :  Segel Sekretariat SCN, Ratusan Aliansi Pemuda Gelar Aksi Demo, Kapolres: Tersangka "Pemerkosaan" Segera Limpahkan ke Kejari

Namun sangat di sayangkan Polres Bantaeng setelah pelaku melarikan diri barulah menetapkan sebagai tersangka, padahal saat awal kejadian pihak keluarga korban telah mengantongi bukti yang akurat mulai saksi hingga hasil Visum dan hasil Psikiaternya, kesalnya dihadapan rekan wartawan.

DIketahui pelaku tindak pidana pemerkosaan anak di bawah umur adalah anak salah seorang pejabat di Kabupaten Bantaeng, yang hingga saat ini Polres Bantaeng belum berhasil menangkapnya, katanya.

Sementara Adam dalam komferensi PERS menjelaskan terkait yang dialami korban anak di bawah umur inisial FW (13) mengalami trouma berat Psikis, ungkap Adam.

Menurut pengakuan korban kepada Lingkar Advokasi & Pelayanan Rakyat, Adam mengatakan kasus dugaan pelecehan dan pemerkosaan terjadi yang kedua kali, kejadian pertama pada bulan Desember 2020 lalu, bermula saat korban FW yang masih berusia 13 tahun diantar KRN di rumah pelaku, tujuannya menjaga cucu KRN tak lain anak terduga pelaku ZN alias CT karena suami KRN dirawat di rumah sakit, pada malamnya FW untuk memijit kakinya, setelah FW sampai di kamar, ZN lalu mematikan lampu kamar diduga memaksa FW untuk berhubungan badan, juga mengancam FW agar tidak memberitahu ke siapa-siapa, ungkap korban kepada yang di kuasakan mengawal kasus ini.

“Kejadian selanjutnya pada bulan mei 2021 korban diantar langsung oleh KRN ke rumah ZN dan kembali di titip di sana, situasi rumah pada saat itu ramai dengan teman-teman ZN, namun tidak lama kemudian teman-teman ZN meninggalkan rumah dan hanya ada korban dengan ZN. Pada saat itu ZN kembali memaksa korban berhubungan badan. Setelah kejadian ke dua korban pulang ke rumah orang tuanya dan tidak ingin lagi kembali kerumah KRN sekaligus mengungkapkan apa yang telah dialaminya kepada keluarga dan orang tuanya sambil berdalih,”jika saya kembali lagi kesana hamilma,” tutur korban kepada Tim Lingkar Advokasi & Pelayanan Rakyat.

Baca Juga :   Peduli Kesetaraan Gender, Bantaeng Raih Penghargaan APE 2020

Insiden itu telah dilaporkan ke Polres Bantaeng pada 1juni 2021 lalu, dengan nomor laporan: No.Pol:LP/95/VI/2021/SPKT.

Pada 3 juni 2021 korban FW dibawah ke Makassar dan diantar ke Psikiater untuk mendapatkan keterangan dan memulihkan psikologi korban yang mengalami trauma.

Masih kata Aldi Naba saat konferensi Pers menegaskan, terkait dugaan pemerkosaan kami dari ” Lingkar Advokasi & Pelayanan Rakyat” dengan ini meminta kepada Polda Sulselbar mengambil langkah-langkah kongkrit menyelamatkan citra Polisi mencopot Kapolres Bantaeng dan menunjuk Kapolres baru yang memiliki rekam jejak baik dalam penanganan kasus-kasus ekstra ordinary crime sehingga bisa menangkap pelaku, tegas Aldi Naba.

Hal ini kami dari Lingkar Advokasi & Pelayanan Rakyat bersama warga Bantaeng jika pelakunya tidak tertangkap, maka kami akan melakukan aksi yang lebih besar setiap hari kamis, jelas Aldi Naba.

“Kami juga melakukan penyuratan ke Mabes Polri,Polda Sulselbar, Kompolnas, KPAI, Komnas Perempuan, Komnas Ham, RI, Ombudsman RI,” kata Aldi Naba.

Penulis : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here