HALILINTARNEWS.id, MALUT — Kapal penumpang Motor Karya Indah menyisihkan kenangan pahit, selain itu diduga tidak mengantongi surat ijin trayek juga disinyalir berlebihan muatan.
Pillu masih menyayat hati, ketika seorang penumpang Dedy dinyatakan belum di temukan. Sejumlah personil yang di kerahkan mencari jenazah seorang guru honor juga belum berhasil menemukannya.
Kapal motor karya indah yang bertolak dari pelabuhan A Yani Ternate tanggal 28 April 2021 menuju pelabuhan Sanana ibu kota Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara dengan membawa sejumlah penumpang dan barang.
Malang melintang, sebelum atau satu jam sebelum sandar di dermaga Sanana tiba tiba mengalami musibah, para penumpang panik seketika setelah melihat asap dan kobaran api dari lantai bawah, entah asal api dari dapur atau dari kamar mesin, yang jelas api itu dari lantai atau dek bagian bawah demikian cerita para penumpang saat di evakuasi ke pantai.
Warga lifmatola tak tinggal diam ramai ramai melakukan pertolongan, kepada penumpang yang sedang menceburkan ke laut.
Para penumpang sedang berlomba memakai baju renang, dan sejumlah pelampung di terjungkan ke laut untuk menampung para penumpang yang belompatan ke laut menyelamatkan diri.
Dari sekian penumpang ada di antaranya yang tidak tau berenang termasuk Dedy sang guru honor demikian cerita istri Dedy yang terselamatkan. Para psnumpang selain ada yang evakuasi ke pantai mangoli sebagian di. Evakuasi ke pelabuhan Sanana. Tangis pilu pun merebak dari para keluarga penumpang yang menjemputnya.
Informasih yang di himpun menyebutkan bahwa kapal karya indah memuat penumpang melebihi dari kapasitas, tidak sesuai dengan manives. Tertera dalam manifes penumpang yang di muat sebanyak 181 0rang,ternyata di lapangan sebagaimana hasil temuan dalam meng evakuasi penumpang sejumlah 275 orang hal ini di benarkan oleh Basarnas kepulauan Sula. Dari sejumlah penumpang 2 orang di bawa ke Rumah Sakit Umum Sanana untuk perawatan lebih lanjut, sementara 1 orang di nyatakan hilang demikian di sampaikan Dirut.Rumah Sakit Umum Ramani. Sedangkan Kasat pol Airud polres Kep.Sula IPDA Sofyan E. Kepada wartawan menjelaskan bahwa kapal tersebut mengalami kebakaran lokasinya di perairan Lif Matola dan penyebab kebakaran belum di ketahui pasti,masih dalam penyelidikan ungkap IPDA Sofyan.
Secara terpisah Polres kepulauan Sula kini telah menahan 17 Orang ABK guna di mintai pertanggung jawaban. Wakapolres Sula Kompol Arifin Laode Buri menjelaskan bahwa seluruh ABK sementara di amankan. untuk mengetahui sebab kebakaran pihak polres menerjungkan tim penyelidik ke lokasi kapal kebakaran,dan saat ini tim berada di atas bangkai kapal yang telah jadi rangka. polres juga minta bantuan tim lab forensik guna mengungkap tabir kebakaran kapal tersebut.
Informasi lain yang dihimpun media ini, menyebutkan bahwa sebelum terjadi kobaran api, terlebih dahulu terdengar ledakan dahsyat di iringi dengan keluarnya asap. Para penumpang panik ABK pun sibuk dan menyarankan kepada penumpang agar memakai baju pelampung, dan alat renang lainnya.
Selanjutnya oleh tim SAR Gabungan sampai berita ini di kirim masih melakukan pencarian Dedy Hidayat sampai sekarang belum di temukan.
Kepala Basarnas Ternate Muhammad Arafah mengakui tim nya masih tetap mencari 1 orang yaitu Dedi Hidayat. Dedi Hidayat yang tidak tahu berenang terlebih dahulu menyelamatkan anaknya yang bungsu, dan menurut saksi Dedi saat itu sudah lemas ujar Indrawati istri Dedi dengan Isak tangis.
Informasi bahwa KM KARYA INDAH diduga tidak memiliki ijin trayek ke Sanana, ini karena keserakahan nakhoda kapal sehingga memberanikan melabrak aturan termasuk memuat penumpang ilegal bayar di atas kapal, dan KM Karya Indah juga sudah pernah mengalami kecelakaan dengan menabrak pulau masuk kedalam semak semak bakau di pulau Bacan Halmahera Selatan, dan saat itu di nakhodai oleh Sofyan Safi. kecelakaan tabrak pulau di tengarai nakhoda diduga belum berpengalaman dan belum menguasai selat selat perairan Halmahera Selatan.
Hal ini di benarkan oleh kepala perhubungan Halmahera Selatan SOADRI INGRATUBUN, Rupanya KM Karya Indah ini sudah dua kali mengalami apes, dan yang paling parah adalah kebakaran yang terjadi 29 April 2021.
Penulis : Akhmad Basir Noer
EditorΒ Β : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021







