Beranda SELAYAR

Oknum PNS  Kantor Pariwisata Ditetapkan Tersangka, Dugaan Membuat Surat Palsu Akta Otentik

278
0


HALILINTARNEWS.id, KEPULAUAN SELAYAR –– Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Pariwisata Kepulauan Selayar, Sarbini ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kepulauan Selayar, atas dugaan tindak pidana menyuruh memasukkan keterangan palsu kedalam akta otentik.

Kasus ini dilaporkan oleh
Rasman Alwi merupakan korban pemerasan yang dilakukan, mantan Kasat Reskrim Selayar Iptu AM.

Menurut Rasman dihadapan rekan wartawan mengatakan kejadian ini bermula ketika dirinya disuruh beli tanah oleh investor dari Jakarta Alpian Pramana. Tanah yang dibeli tersebar di Pulau Bahuluang, Doda, Polassi, Kayuadi, dan Baloiya, kata Rasman

“Tanah yang dibeli itu akan disulap jadi wisata. Namun Alpian Pramana
meminta kepada saya agar membayar panjar tanah kepada masyarakat. Uang saya nanti akan diganti,” ungkap Rasman.

Hanya bermodalkan kepercayaan, Rasman Alwi mengiyakan permintaan Alpian Pramana.
Saat itu Rasman mengeluarkan uang ratusan juta.

“Saya yang memberikan panjar tanah ke masyarakat, mulai Rp 350 juta sampai 175 juta. Selain itu memberikan insentif kepada staf, bayar kapal, rental mobil dan gaji staf. Kalau ditotal, uang saya habis sekitar Rp 5 miliar,”tuturnya.

Setelah satu tahun berjalan, kabar buruk itu tiba, ternyata Alpian tidak bisa dihubungi. Rasman merasa tertipu milyaran rupiah, akhirnya melaporkan Alpian atas kasus penipuan ke Polres Selayar pada September 2019.

Pada tahun 2020, Rasman kembali melaporkan Sarbini dan notaris Ridwan Zainuddin.

Rasman berharap kepada Polisi agar menyelesaikan tuntas kasus ini serta
minta kepada Kapolri agar memberikan perlidungan kepada rakyat.

Dihubungi terpisah
Paur Humas Polres Selayar Ipda Hasan mengatakan peran Sarbini sehingga jadi tersangka,
yaitu menempatkan keterangan palsu kedalam suatu akta otentik.

” Rasman Alwi selaku pemberi panjar atas pembelian tanah milik Irwan Arfa tetapi didalam akta minuta bukan atas nama Rasman Alwi sebagai pemberi panjar melainkan Alpian Pramana,”tuturnya.

Pasalnya, Polisi belum menetapkan
Muh Ridwan Zainuddin dan Alpian Pramana sebagai tersangka, karena yang bersangkutan belum diperiksa.

“Kami sudah menyurat kepada Mahkamah kehormatan Notaris tanggal 1 Maret 2021 untuk bantuan pemanggilan terhadap notaris Ridwan Zainuddin, dan persetujuan pengambilan Minuta Akta yang dalam penguasaan Notaris,”tuturnya.

Atas perbuatan Sarbini dikenakan
pasal 266 KHUP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Editor    : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here