Beranda Berita Utama

Baru Seminggu Selesai di Kerjakan, Proyek Penutup Drainase Diduga Nyaris Hancur Menuai Sorotan

73
0


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Proyek pembangunan penutup saluran drainase/gorong-gorong, yang baru seminggu selesai kembali disorot tajam oleh masyarakat Kabupaten Bantaeng terkhusus warga setempat.

Proyek ini dari awal pengerjaan telah mendapat sorotan tajam oleh masyarakat setempat karena diduga menyalahi bestek, mulai dari pemasangan pembesian yang anyamannya terlalu jarak berpariasi 15 hingga 20 cm dan campurannya di sinyalir tidak sesuai dengan takaran.

Telah di beritakan sebelumnya pada 15/8/2020 lalu, bahwa proyek pembangunan penutup saluran drainase/gorong-gorong yang terletak di samping mesjid kampung Pasorongi Kelurahan Lamalaka Kecamatan Bantaeng Sulawesi Selatan menuai sorotan tajam masyarakat.

Hal ini yang telah disampaikan protesnya salah seorang warga Pasorongi Krg Hakim dihadapan halilintarnews.id sabtu 15/8/2020 lalu mengatakan dengan nada tegas, saya mewakili masyarakat pasorongi adanya pekerjaan yang baru berjalan beberapa hari berjalan menuai sorotan tajam karena terlihat oleh masyarakat setempat saat pengecoran diduga campurannya tidak sesuai takarang. ungkap krg Hakim.

Kini kembali jadi sorotan karena pekerjaan proyek tersebut yang telah selesai dikerjakan terlihat hancur, kata warga setempat.

Salah satu poto yang beredar di medsos  hancurnya pekerjaan proyek penutup saluran drainase gorong-gorong menuai tanggapan publik diduga menyalahi bestek alias amburadul.

Diketahui proyek tersebut dikerjakan oleh CV putra Andika, No.Kontrak 600/04.PK/SPK/DRAIN/CK-PUPR/VI/2020, mulai dikerjakan 25 juni 2020, selesai 23 Agustus 2020, sumber anggaran APBD.

Total anggaran proyek pembangunan penutup saluran drainase/gorong-gorong sebesar, 149.850.000,-

Selain campuran yang diduga tidak sesuai juknis, termasuk pemasangan besi yang jaraknya diduga anyamannya berkisar 20 cm, jelas Krg Hakim.

Pasca di guyur hujang kondisi penutup gorong-gorong mulai hancur dan terlihat retak serta bolong-bolong di beberapa penutup saluran Drainase yang diduga dikerja asal-asalan sehingga dalam proses pengerjaan diduga salah bestek.

Hal senada dengan Ismai Opet mengatakan, hasil pengerjaanya sangat mengecewakan dan diduga tak sesuai bestek, dan saya anggap gagal dalam pelaksanaanya, ini terbukti baru di guyur hujan penutupnya sudah retak, dan bolong-bolong kata, Ismail Opet warga setempat kepada Awak media rabu 2/9/2020

“Hasilnya sangat jelek ini terbukti karena baru di guyur hujan sudah ada yang retak bahkan hancur saya takutkan proyek ini tak tahan lama karna matrial pasir yang di gunakan mengadung endapan tanah,”ungkap Ismail yang akrab disapa Opet

Ia menambahkan sebelumnya warga sudah banyak yang protes namun tidak diindahkan bahkan dirinya berdali sudah sesuai dengan juknis.”Pungkasnya

Penulis : Supriadi Awing
Editor    : Red
halilintarnews.id. 2020

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here