Perang Kelompok Kembali Meletus di Makassar, Sengketa Lahan Berujung Hujan Busur dan Batu

Oplus_131072


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Bentrokan antar dua kelompok warga kembali pecah di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (26/7/2026) sore.

Aksi saling serang yang diduga dipicu sengketa lahan itu terjadi di sekitar Jembatan Jalan Abdul Daeng Sirua (Abdesir), hingga menyebabkan akses lalu lintas di kawasan tersebut sempat lumpuh.

Peristiwa bermula saat salah satu pihak yang mengklaim kepemilikan lahan memasang pagar seng di lokasi sengketa. Tindakan tersebut memicu penolakan dari kelompok lain hingga berujung bentrokan terbuka.

Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni, mengatakan kedua kelompok terlibat aksi saling lempar batu dan menggunakan busur panah sebagai senjata.
“Masalah lahan.

Salah satu pihak sudah menguasai lahan dan tidak mau keluar, kemudian pihak lainnya memasang pagar sehingga memancing bentrokan,” ujar Uji kepada rekan wartawan.

Polisi yang pertama kali tiba di lokasi sempat menarik mundur personelnya karena jumlah massa yang terlibat bentrok jauh lebih banyak dibanding aparat yang melakukan pengamanan awal.
“Busur sudah berterbangan.

Personel kami awalnya hanya sekitar 10 orang, sementara massa mencapai ratusan.

Karena pertimbangan keselamatan, kami tarik mundur sambil menunggu bantuan personel tambahan, setelah itu baru kami kembali mengendalikan situasi,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Akibat bentrokan tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka. Namun hingga kini kepolisian masih melakukan pendataan dan belum memastikan jumlah korban secara resmi karena belum seluruh korban membuat laporan.
Selain menimbulkan korban luka, bentrokan juga mengganggu aktivitas masyarakat. Massa sempat menutup akses Jalan Abdul Daeng Sirua sehingga kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas dan terpaksa mencari jalur alternatif.

Hingga Minggu malam, situasi di lokasi dilaporkan telah berangsur kondusif.

Aparat kepolisian masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan.

“Saat ini personel masih berjaga di lokasi. Kami juga menjaga posisi agar tidak dianggap berpihak kepada salah satu pihak, mengingat di lokasi masih dilakukan perbaikan pagar,” kata Uji.

Bentrokan Terjadi Berulang
Konflik di kawasan tersebut diketahui telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan dipicu sengketa kepemilikan lahan yang diklaim oleh tiga pihak.

Bentrokan pertama dilaporkan terjadi pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 00.30 WITA di Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah, Kecamatan Panakkukang.

Dalam insiden itu, sedikitnya empat orang mengalami luka akibat terkena anak panah atau busur, sementara beberapa lainnya mengalami luka akibat lemparan batu.

Sehari kemudian, bentrokan kembali terjadi pada Jumat dan Sabtu (24–25 Juli 2026) di depan lokasi sengketa, tepatnya di samping Kantor PDAM Racing Center, Jalan Prof. Abdurrahman Basalamah.

Kepolisian menyebut sengketa lahan yang melibatkan tiga pihak tersebut kini menjadi fokus pengamanan.

Untuk mencegah bentrokan kembali terjadi, Polsek Panakkukang telah menerbitkan surat perintah pengamanan (Sprin) dan menempatkan personel di sekitar lokasi.

Polisi juga mengimbau seluruh pihak yang bersengketa agar menahan diri serta menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum, bukan dengan aksi kekerasan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum. Ilham

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *