Usai Tinggalkan Acara Pernikahan Anaknya, Pria Ini Ditemukan Meninggal di Dalam Mobil

Oplus_131072


HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO – Warga Kampung Bulloe, Desa Bontomatene, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di dalam mobil Toyota Kijang berwarna hitam hijau bernomor polisi DD 1187 FG, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat dan menjadi viral di media sosial setelah foto serta video penemuan korban beredar luas melalui Facebook dan WhatsApp.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Halilintarnews.id, warga awalnya mencurigai sebuah mobil yang terparkir di tepi Jalan Poros Bulloe sejak dini hari. Setelah didekati dan dilakukan pengecekan, seorang pria ditemukan dalam posisi duduk di kursi pengemudi dan sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Korban diketahui mengenakan kaus berwarna abu-abu bergaris merah. Saat pertama kali ditemukan, warga juga melihat adanya busa yang keluar dari mulut korban. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Pihak keluarga membenarkan bahwa korban merupakan warga Desa Boronglamu, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto. Korban yang akrab disapa Karaeng Ngemba (75) sebelumnya menghadiri acara persiapan pesta pernikahan anaknya di Kampung Bon’ia, Desa Bungungloe, Kecamatan Turatea.

Menurut keterangan keluarga, sekitar pukul 03.00 WITA almarhum berpamitan meninggalkan lokasi acara seorang diri menggunakan mobil pribadinya. Namun, tidak lama kemudian keluarga menerima kabar duka bahwa ia ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya yang terparkir di Kampung Bulloe.

Pantauan Halilintarnews.id, suasana duka menyelimuti rumah almarhum di Desa Boronglamu. Sejumlah kerabat dan warga tampak berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Salah seorang anggota keluarga, Dg Taba, mengatakan almarhum memiliki riwayat penyakit yang kerap menyebabkan nyeri pada bagian dada. Atas dasar itu, pihak keluarga menerima kepergian almarhum dengan ikhlas dan tidak menghendaki dilakukan autopsi.
“Kami ikhlas atas kepergiannya. Tidak perlu dilakukan autopsi,” ujar Dg Taba kepada Halilintarnews.id.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Boronglamu, Kecamatan Arungkeke.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti meninggalnya korban masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Meski demikian, pihak keluarga menduga korban meninggal akibat riwayat penyakit yang dideritanya.

Keluarga juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta menyerahkan sepenuhnya penanganan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. (Supriadi Awing)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *