Aksi Jilid III Memanas, Massa dan Warga Bentrok di Depan Kantor Bupati Bantaeng



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Aksi demonstrasi jilid ketiga yang digelar oleh kelompok massa yang tergabung dalam Akronim PDAM (Pergerakan Demokrasi Aliansi Masyarakat) kembali berlangsung di depan Kantor Bupati Bantaeng, Senin (3/2/2026).

Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan antara peserta demonstrasi dan sekelompok warga.

Dalam unjuk rasa itu, massa aksi kembali menyuarakan tuntutan agar Bupati Bantaeng segera mencopot Direktur PDAM Bantaeng yang dinilai hingga kini belum menunjukkan kejelasan kinerja dan kebijakan.

Sekitar pukul 14.00 Wita, saat orasi berlangsung, sejumlah peserta aksi berupaya melakukan penutupan sementara Jalan Poros Provinsi Bulukumba–Makassar.

Upaya tersebut mendapat penolakan dari sekelompok warga yang melintas karena dinilai mengganggu aktivitas dan kelancaran arus lalu lintas.
Ketegangan pun tak terhindarkan.

Aksi saling dorong terjadi antara peserta demonstrasi dan warga yang menolak penutupan jalan.

Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh aparat kepolisian dari Polres dan Polsek Bantaeng yang tengah melakukan pengamanan di lokasi.

Pantauan halilintarnews.id di tempat kejadian perkara (TKP), aparat kepolisian bersama warga akhirnya berhasil mengendalikan situasi dan menstabilkan arus lalu lintas sehingga kendaraan kembali dapat melintas normal.

Bacaan Lainnya

Seorang warga terdengar menyampaikan protes kepada massa aksi agar tetap menyampaikan aspirasi tanpa menutup akses jalan umum.
β€œSilakan menyampaikan aspirasi, tapi jangan menutup jalan. Kasihan pengguna jalan, aktivitasnya terhambat,” teriak warga tersebut.
Meski demikian, demonstrasi tetap dilanjutkan.

Dalam orasinya, koordinator lapangan aksi, Ilyas, menyebut pihaknya merasa dihalangi oleh oknum tertentu. Ia menegaskan bahwa aksi demonstrasi yang dilakukan telah melalui prosedur pemberitahuan resmi kepada pihak kepolisian.

β€œKami merasa dihalangi oleh oknum yang diduga preman. Padahal aksi ini sudah kami sampaikan secara resmi ke Polres,” teriak Ilyas.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menghentikan aksi demonstrasi sebelum tuntutan mereka dipenuhi.

β€œSelama Direktur PDAM belum dicopot, kami akan terus melakukan aksi,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan β€œMendukung Bupati Bantaeng Mencopot Direktur PDAM” serta β€œDPRD Bantaeng Segera Rekomendasikan Pencopotan Direktur PDAM Bantaeng”.

Lebih lanjut, Ilyas menyampaikan rencana aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar di Kantor Polres Bantaeng. Aksi tersebut, menurutnya, bertujuan untuk meminta keadilan atas insiden yang terjadi saat demonstrasi berlangsung.

β€œKami merasa dibenturkan dengan oknum masyarakat yang menghalangi aksi kami. Kami mempertanyakan keadilan dan peran penegak hukum dalam kejadian ini,” pungkasnya.

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *