DPRD Wajo Tinjau Islamic Centre Ulugalung, Drainase dan Aksara Bugis Jadi Sorotan



HALILINTARNEWS.id, WAJO – Komisi III DPRD Kabupaten Wajo melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan Islamic Centre Ulugalung di Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Jumat (23/1/2026).

Peninjauan lapangan tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Wajo, Andi Bayuni Marzuki, didampingi anggota komisi Arga Prasetya, Sudirman Meru, H. Syamsuddin, dan Fery Saputra.

Kunjungan ini bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai perencanaan serta memenuhi standar teknis. Dalam pemantauan, Komisi III menyoroti secara khusus sistem drainase yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Andi Bayuni Marzuki menyampaikan bahwa desain drainase di kawasan Islamic Centre, terutama di area pintu gerbang utama, berisiko menghambat aliran air dan dapat memicu genangan saat hujan deras.

β€œKami meminta pihak kontraktor lebih serius memperhatikan sistem drainase karena ini menyangkut fungsi jangka panjang bangunan,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Selain drainase, Komisi III juga mencatat adanya sejumlah pekerjaan yang belum terakomodasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), seperti penataan taman di area luar dan dalam pagar, serta belum tersedianya akses yang memadai menuju area kolam.

Menurut Komisi III, kelengkapan fasilitas tersebut penting agar kawasan Islamic Centre dapat dimanfaatkan secara optimal dan nyaman oleh masyarakat.

Tak hanya aspek teknis, Komisi III DPRD Wajo turut menyoroti ornamen aksara Bugis yang terpasang pada bangunan Islamic Centre Sengkang.

Bacaan Lainnya

Hasil peninjauan menunjukkan penulisan aksara tersebut belum sesuai kaidah dan dinilai tidak memiliki makna yang jelas.
Komisi III meminta agar ornamen aksara Bugis segera diperbaiki, khususnya dengan menghilangkan tanda titik di bagian bawah tulisan agar dapat dibaca dengan benar. Hal ini dinilai penting untuk menghindari kesalahan makna, mengingat aksara Bugis merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Wajo.

β€œIslamic Centre bukan sekadar bangunan fisik, tetapi juga simbol budaya dan jati diri daerah. Karena itu, setiap elemen, termasuk aksara Bugis, harus ditampilkan secara tepat dan bermakna,” ujar Sudirman Meru.

Komisi III DPRD Wajo berharap seluruh catatan hasil peninjauan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak pelaksana, sehingga pembangunan Islamic Centre dapat rampung dengan kualitas yang baik dan sesuai harapan masyarakat. (Andi Idera Dewa).

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *