HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Puluhan warga pesisir yang tergabung perwakilan 7 Desa dan kelurahan melakukan aksi menggeruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Bantaeng pada (28/12/2022).
Aksi masyarakat masing mewakili 7 Desa dan Kelurahan yang di nahkodai oleh kordinator Forum Pemerhati Masyarakat Pesisir Aidil Adha.
Kedatangan para peserta aksi di terima langsung oleh Komisi C DPRD Bantaeng di ruang paripurna DPRD.
Di sela-sela aksi dalam ruangan tersebut turut hadir
kepala Bidang Tata Ruang dinas PU mewakili kepala Dinas sekertaris BPBD mewakili kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah dan Asisten ekonomi.
Menurut kordinator Forum pemerhati masyarakat pesisir Aidil Adha di hadapan Anggota DPRD Bantaeng dan para pejabat Pemkab Bantaeng mengatakan, Aspirasinya terkait penanganan Abrasi yang menimpah sejumlah titik di kabupaten Bantaeng cuaca ekstrem yang setiap tahun sangat berdampak buruk bagi masyarakat pesisir hingga menimbulkan puluhan rumah yang terkena abrasi.
” Kami meminta kepada komisi C DPRD Bantaeng dan dinas terkait agar pemerintah lebih serius mengambil langkah dalam penanganan Abrasi di wilayah pesisir kabupaten Bantaeng,” ungkap Aidil.
” Kami berharap pemerintah segera menindaklanjuti aspirasi rakyat yang hari ini tersampaikan melalui rapat dengar pendapat, persoalan krusial yang tidak boleh di biarkan begitu saja menurut Aidil setiap rapat Musrenbang di tingkat Desa dan Kelurahan bahkan di tingkat kabupaten kami selalu mengusulkan pembangunan atau pemasangan batu pemecah ombak bahkan usulan itu selalu di jadikan sebagai usulan prioritas dari tahun Ketahun namun sampai hari ini apa yang menjadi kebutuhan Rakyat tidak pernah di realisasikan,” terang Aidil Adha.
” Kami tidak mau tau apakah itu menjadi wewenang pemerintah kabupaten, Provinsi atau pemerintah Pusat yang kami tau bahwa apa yang menjadi skala prioritas selalu terusulkan di Musrenbang yang kami mau tau bahwa pemerintah segera melakukan upaya untuk menindaklanjuti kebutuhan masyarakatnya,” katanya.
‘ Kasihan kami rakyat pesisir disaat pemimpin lagi asiknya tidur kami di pesisir harus begadang dari rasa was was akibat abrasi jelang beberapa hari cuaca ekstrem sudah banyak mengorbankan masyarakat pesisir, sehingga pemerintah di minta hadir untuk memberi ketenangan terhadap rakyat nya bukan sekedar kesenangan dari janji janji palsu,” ungkap Aidil
Hal ini kami yakin ” jika dalam waktu cepat pemerintah tidak ada respon dan tindakan maka yakin bahwa akan banyak masyarakat pesisir yang akan kehilangan tempat tinggal akibat terdampak abrasi,” kesalnya
” Kami berharap pemerintah pusat, provensi, kabupaten bahkan ke DPRD Kabupaten, DPRD provinsi dan DPR RI pusat buka mata dan telinga untuk melihat dan mendengar jeritan Rakyatnya,” Harapnya.
Menyikapi aspirasi masyarakat pesisir pantai, Ketua Komisi C Asri mengatakan bahwa hasil RDP melahirkan kesepakatan antara masyarakat dinas PU, penanggulangan bencana daerah dan DPR wilayah terdampak abrasi menjadi prioritas tahun depan, kata anggota DPRD Asri.
Untuk program pembuatan pemecah ombak di setiap titik yang rawan terkena abrasi selama ini itu prioritas tahun depan.
Reporter : Anto
EditorΒ Β Β Β Β : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2022












