Marak Kecelakaan Kerja di PT. Huady Nickel Alloy, Mahasiswa “Injak-Injak” DPRD Bantaeng



HALILINTARNEWS.ID, BANTAENG – Puluhan Massa Aksi dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) Raya, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantaeng.

Mereka menggelar aksi unjuk rasa atas kasus-kasus yang yang selama ini dilakukan oleh PT Huady Nickel Alloy.

Dari pantauan halilintarnews.id di lokasi, Peserta aksi menutup jalan poros Nasional Bantaeng-Makassar dengan menahan mobil Countener dan melintangkannya di tengah jalan untuk dijadikan mimbar aksi, sehingga mengakibatkan kemacetan berkisar 3 kilo Meter.

Selain itu, massa aksi melantangkan orasinya di atas tembok pagar utama yang bertuliskan Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten bantaeng.

Pihak Perusahaan Tambang PT Huady Nickel Alloy dinilai kurang melakukan pengawasan terhadap para pekerja ataupun peralatan yang digunakan, sehingga seringkali terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan nyawa melayang.

 

Oleh karena itu, Para Peserta Aksi menilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantaeng juga dinilai tutup mata dan bungkam atas kasus-kasus yang terjadi di Perusahaan Tambang tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami menuntut Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Bantaeng untuk membuka mata atas rentetan kasus yang terjadi di PT. Huady Nickel Alloy,” tegas Misbahullah di atas mimbar orasi.

Juga dalam orasinya, Misbahullah selaku Jenderal Lapangan tidak ingin melakukan konsolidasi di dalam ruangan dengan Anggota DPRD, namun dirinya meminta Anggota DPRD untuk keluar dari ruangan berkonsolidasi di tempat terbuka.

“Kami tidak ingin bercerita di dalam ruangan, kami ingin secara terbuka untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantaeng,” tegas Misbahullah.

Setelah berselang dua jam melakukan aksi unjuk rasa di Depan Kantor DPRD Kabupaten Bantaeng, sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Bantaeng dan Pengawas PT. Huady akhirnya keluar menemui peserta aksi.

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Bantaeng, H. Muh. Yusuf menanggapi orasi para peserta aksi bahwa dirinya juga merasakan apa yang dirasakan oleh para peserta aksi.

“Terkait adanya rentetan-rentetan kejadian yang terjadi di PT. Huady Nickel Alloy juga kami dapat rasakan sebagaimana yang adek-adek rasakan,” kata Muh. Yusuf.

Oleh karena itu, lanjut Muh. Yusuf, dirinya akan memfasilitasi para peserta aksi untuk menyampaikan orasi dan tuntutannya kepada PT. Huady Nickel Alloi.

“Sekarang juga masalahnya penerapan K3, hingga terjadi kecelakaan kerja seperti itu. Kami bersedia memfasilitasi dan menyampaikan tuntutan adek-adek kepada PT. Huady,” ungkap Muh. Yusuf.

Selain itu, Pengawas Ketenagakerjaan Disnaker Provinsis Sulsel, Andi Sukri yang juga turut menemui para peserta aksi saat ini mengatakan hampir semua kecelakaan kerja yang terjadi di PT. Huady disebabkan oleh Human Error.

“Hampir semua kecelakaan kerja yang terjadi itu disebabkan oleh human error, akibat dari kelalaian pekerja,” kata Andi Sukri.

“Sumber daya manusia kita ini masih minim pengetahuan K3, sehingga saat bekerja kurang hati-hati atau posisi tidak aman,” tambah Andi Sukri.

Andi Sukri selaku Pengawas Ketenagakerjaan Disnaker Provinsi Sulsel menilai rentetan kasus di PT. Huady Nickel Alloy merupakan murni kecelakan kerja.

“Saya selaku pengawas ketenagakerjaan menetapkan bahwa apa yang terjadi selama ini merupakakan Kecelakaan Kerja,” ungkap Andi Sukri di hadapan para peserta aksi.

Andi Sukri juga membeberkan bahwa, jika perekrutan karyawan atau tenaga kerja yang masuk di PT. Huady Nickel Alloy harus melalui prosedur atau para Pekerja harus memiliki Surat Izin Operasional (SIO) maka hampir semua karyawan warga Kabupaten Bantaeng tidak semua bisa lolos untuk masuk di PT. Huady Nickel Alloy.

“Jika kita menerapkan SIO dan mengenyampingkan kebijakan, maka hampir semua warga Kabupaten Bantaeng tidak lolos masuk di PT. Huady karena tidak memiliki SIO, dan pastinya SDM Kabupaten Bantaeng itu masih minim sehingga potensi untuk terjadi kecelakaan kerja itu besar,” ungkap Andi Sukri.

Oleh karena itu, menutup aksi unjuk rasa Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB) Raya atas rentetan kasus kecelakaan kerja di PT. Huady Nickel Alloy dilakukan pendatanganan kesepakatan yang dilakukan oleh Anggota DPRD Bantaeng untuk membuka pelatihan ketenaga kerjaan untuk warga Kabupaten Bantaeng dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja di PT. Huady Nickel Alloy Bantaeng.

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *