Ketua TP PKK Bantaeng Buka Seminar Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bantaeng, Gunya Paramasukhaputri, membuka Seminar Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan serta Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Bantaeng, Senin (26/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Husni Kamil Manik KPU Kabupaten Bantaeng tersebut mengusung tema β€œRemaja Cerdas, Sehat Reproduksi dan Bebas Kekerasan Menuju Generasi Santri Berdaya”.

Dalam sambutannya, Gunya menegaskan bahwa seminar ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki pemahaman dan kemampuan untuk melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan.

Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang kontribusi besar santri dalam perjuangan bangsa sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menyiapkan generasi penerus yang berilmu, beriman, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

β€œSantri hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Mereka tidak hanya dituntut memiliki pengetahuan agama yang kuat, tetapi juga perlu dibekali wawasan kesehatan, keterampilan hidup, kecerdasan emosional, serta pemahaman tentang hak dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga aspek penting yang perlu mendapat perhatian dalam membangun generasi muda yang berkualitas. Pertama, membentuk remaja yang cerdas dan berkarakter. Kedua, meningkatkan pemahaman tentang kesehatan reproduksi agar remaja mampu menjaga kesehatan diri secara bertanggung jawab. Ketiga, memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan kesadaran yang memadai, sehingga mampu menjaga diri, menghargai hak orang lain, serta berperan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PC Fatayat NU Bantaeng dan Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Bangkit. Kerja sama ini menjadi langkah untuk memperkuat sinergi dalam perlindungan perempuan dan anak, termasuk mendukung upaya pencegahan serta penanganan kasus kekerasan.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua PC Fatayat NU Bantaeng, Ahriana S.; Direktur RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng, dr. Yusri Lisangan; Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bantaeng, Sangkala Irwan; Ketua Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih KPU Bantaeng, Aspar Ramli; serta perwakilan Ketua Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak (YBH PA) Bangkit Kabupaten Bantaeng, A. Muh. Fuad Ikramullah, bersama pengurus harian YBH PA Bangkit, Mutmainah.

Turut hadir kepala madrasah MTs Ma’arif Lasepang dan MTs DDI Mattoanging serta perwakilan Forum Anak Butta Toa Bantaeng.

Reporter : Anto
Redaktur : Fitri Indriani
@halilintarnews.id 2026

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *