HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β Pemerintah Kabupaten Bantaeng kembali melakukan mutasi dan pengangkatan pegawai negeri sipil (PNS) dalam tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Sebanyak 27 tenaga pendidik tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) tercatat dalam daftar penempatan tersebut.
Kegiatan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bantaeng, Jumat (23/10/2026).
Mutasi dan pengangkatan tersebut meliputi pergeseran kepala sekolah menjadi guru, pemindahan kepala sekolah ke satuan pendidikan lain, serta pengangkatan guru untuk mengemban tugas tambahan sebagai kepala sekolah.
Berikut daftar nama beserta jabatan lama dan jabatan baru:
1. Arifuddin, S.Pd., M.M. β Kepala SD Inpres Tanetea menjadi Guru SD Negeri 52 Korong Batu.
2. Nurjannah, S.Pd.SD. β Kepala SD Negeri 8 Kalimbaung menjadi Guru SD Negeri 10 Pasorongi.
3. Muhammad Yumri, S.Pd. β Kepala SD Negeri 44 Passangarrang menjadi Kepala SD Negeri 59 Labbo.
4. Sitti Hafsah, S.Pd. β Kepala SD Negeri 46 Kadang Kunyi menjadi Kepala SD Negeri 44 Passangarrang.
5. Hardianah, S.Pd. β Kepala SD Negeri Batu Langgayya menjadi Kepala SD Negeri 37 Paβrasangang Beru.
6. Syamsul Bahri, S.Pd. β Kepala SD Inpres Teladan Merpati menjadi Kepala SD Inpres Pullawweng.
7. Mahdi Nawir, S.Pd. β Kepala SD Inpres Pullawweng menjadi Kepala SD Negeri 43 Bate Balla.
8. Sitti Rahmah, S.Pd. β Guru SMP Negeri 2 Paβjukukang menjadi Kepala SMP Negeri 1 Gantarangkeke.
9. Rohani, S.Pd.SD. β Guru SD Negeri 4 Lembang Cina menjadi Kepala SD Negeri 33 Senea.
10.Muhammad Farid, S.Pd. β Guru SD Inpres Paβjukukang menjadi Kepala SD Inpres Bungeng.
11. Murni, S.Pd. β Guru SD Inpres Paranga menjadi Kepala SD Inpres Paranga.
12. Surianti, S.Pd. β Guru SD Inpres Campaga Loe 1 menjadi Kepala SD Inpres Campaga Loe 1.
13. Jufri Yara, S.Pd.I. β Guru SD Negeri 29 Campaga Loe menjadi Kepala SD Negeri 8 Campaga Loe II.
14. Rosmiati, S.Pd. β Guru SD Negeri 23 Salluang menjadi Kepala SD Negeri 23 Salluang.
15. Syamsuriati, S.Pd. β Guru SD Inpres Taricco menjadi Kepala SD Inpres Taricco.
16. Ummu Kalsum, S.Pd. β Guru SD Inpres Onto menjadi Kepala SD Inpres Bonto Sapiri.
17. Andi Fatmawati, S.Pd. β Guru SD Negeri 59 Labbo menjadi Kepala SD Negeri 47 Batu Labbu.
18. Suhardi, S.Pd. β Guru SD Inpres Moti menjadi Kepala SD Inpres Kaloling.
19. A. Ihsan Ismail, S.Pd. β Guru SMP Negeri 2 Gantarangkeke menjadi Kepala SMP Negeri 2 Gantarangkeke.
20. Anwar, S.Pd. β Guru SD Inpres Kalammassang menjadi Kepala SD Negeri 55 Kalammassang.
21. Andi Abdul Jabbar, S.Pd. β Guru SD Negeri 50 Taruttu menjadi Kepala SD Negeri 50 Taruttu.
22. Rahmaniar, S.Pd. β Guru SD Inpres Lembang Gantarangkeke menjadi Kepala SD Inpres Lembang Gantarangkeke.
23. Herlina, S.Pd. β Guru SD Negeri 8 Kalimbaung menjadi Kepala SD Negeri 9 Lembang.
24. Hasmawati M., S.Pd. β Guru SD Inpres Morowa menjadi Kepala SD Inpres Kaili.
25. M. Awaluddin Asmi, S.Pd. β Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Inpres Asaya menjadi Kepala SD Inpres Asaya.
26. Abdul Azis, S.Pd. β Guru SD Negeri 57 Campaga menjadi Kepala SD Negeri 57 Campaga.
27. Hj. Mardiani, S.Pd. β Kepala SD Inpres Beβlang menjadi Guru SD Negeri 21 Tangnga-Tangnga.
Kepala Sekolah Diingatkan Kelola Dana BOS dengan Hati-hati
Sebelumnya, Bupati Bantaeng mengingatkan tenaga pendidik dan kepala sekolah agar berperan aktif menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan, terutama dalam mendidik sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Bupati juga meminta kepala sekolah proaktif meningkatkan kualitas pendidikan serta berhati-hati dalam merencanakan dan menggunakan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
βKami ingatkan sekali lagi, hati-hati dalam mengelola dana BOS karena dana BOS ini bersumber dari APBN dan tentunya kita juga punya kewajiban yang besar untuk mempertanggungjawabkan,β pesan Bupati.
Pengelolaan dana pendidikan harus dilakukan secara cermat, transparan, dan sesuai ketentuan agar penggunaannya dapat dipertanggungjawabkan serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Bantaeng. (Supriadi Awing)












