Milad ke-8 Pejuang Subuh Bulukumba, Berbagi Sembako hingga Beri Penghargaan bagi Pejuang yang Telah Berpulang



HALILINTARNEWS.id, BULUKUMBA – Komunitas Pejuang Subuh (Kopjus) Bulukumba akan memperingati Milad ke-8 di Masjid Pejuang Subuh, Pantai Merpati, Kelurahan Terang-Terang, Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Ahad, 25 Oktober 2026, selepas salat Subuh.

Mengusung tema β€œ8 Tahun Berjuang dan Mengabdi, Bersama Polri Menguatkan Umat”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, meningkatkan kepedulian sosial, serta mengenang jasa para anggota Pejuang Subuh yang telah berpulang.

Ketua Panitia Milad ke-8 Kopjus Bulukumba, A. Agus Patra, mengatakan peringatan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat pengabdian kepada umat dan masyarakat.

β€œKami ingin milad ini bukan sekadar perayaan, melainkan menjadi momentum untuk berbagi dan mengabdi. Selama delapan tahun, kami ditempa melalui perjuangan membiasakan diri memakmurkan masjid pada waktu Subuh. Kini, saatnya berbagi semangat itu kepada masyarakat,” ujar Agus Patra.

Salah satu agenda yang disiapkan panitia adalah pembagian delapan paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut direncanakan menyasar kaum dhuafa, petugas kebersihan masjid, marbot, serta warga pesisir.

Kegiatan sosial ini sekaligus menjadi wujud kepedulian Kopjus Bulukumba terhadap masyarakat, dengan melibatkan Polri sebagai mitra dalam memperkuat kedekatan dan kebersamaan dengan umat.

Kolaborasi tersebut diharapkan menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan keagamaan, aksi sosial, dan pelayanan kemasyarakatan.

Kenang Jasa Pejuang Subuh yang Telah Berpulang

Bacaan Lainnya

Suasana haru akan mewarnai peringatan Milad ke-8 Kopjus Bulukumba melalui pemberian penghargaan kepada keluarga anggota Pejuang Subuh yang telah meninggal dunia.

Penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan para anggota yang telah berkontribusi dalam membangun serta menjaga keberlangsungan komunitas sejak awal berdiri.

Agus Patra menegaskan, jasa para anggota terdahulu menjadi bagian penting dari perjalanan Kopjus Bulukumba hingga mampu bertahan selama delapan tahun.

β€œMereka adalah pondasi perjuangan ini. Tanpa doa, pengorbanan, dan keikhlasan mereka pada tahun-tahun awal, Kopjus mungkin tidak bisa bertahan hingga sekarang. Kami ingin keluarga mereka mengetahui bahwa perjuangan almarhum tidak sia-sia dan akan selalu dikenang,” tuturnya.

Pemberian penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa perjuangan memakmurkan masjid dan membiasakan salat Subuh berjamaah merupakan gerakan bersama yang perlu terus dilanjutkan.

Pejuang Subuh Award untuk Delapan Penerima

Selain pemberian sembako dan penghargaan kepada keluarga anggota yang telah berpulang, panitia juga menyiapkan Pejuang Subuh Award bagi delapan orang dan/atau institusi yang dinilai berkontribusi dalam mendukung perjalanan Kopjus Bulukumba selama delapan tahun.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung perjuangan komunitas dengan ketulusan dan kepedulian, tanpa semata-mata melihat jabatan maupun kedudukan.

Dukungan itu mencakup berbagai bentuk kontribusi, mulai dari membantu penyelenggaraan kegiatan masjid, menyediakan fasilitas, hingga terlibat dalam memenuhi kebutuhan jamaah.

Agus Patra menyebut, penghargaan tersebut merupakan ungkapan terima kasih kepada mereka yang selama ini berkontribusi di balik layar demi menjaga keberlangsungan gerakan Pejuang Subuh di Bulukumba.

β€œPenghargaan ini merupakan bentuk terima kasih kepada orang-orang yang selama ini bekerja dalam diam. Mereka ikut menjaga agar semangat Subuh tetap hidup dan masjid terus menjadi pusat kegiatan umat,” katanya.

Rangkaian peringatan Milad ke-8 Kopjus Bulukumba juga direncanakan diisi dengan kegiatan bersih-bersih masjid bersama Polri dan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama.

Melalui peringatan ini, Kopjus Bulukumba berharap semangat salat Subuh berjamaah, kepedulian terhadap sesama, serta sinergi dengan Polri dan masyarakat semakin kuat.

Delapan tahun perjalanan Pejuang Subuh menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada umat dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni memakmurkan masjid, menjaga kebersamaan, dan hadir membantu sesama.

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *