Dugaan Kualitas Buruk Proyek Jalan di Jeneponto, Warganet Tagih Respons BPK RI dan APH

Oplus_131072


HALILINTARNEWS.id – JENEPONTO – Warga Jeneponto dibuat resah setelah akun Facebook Gerak Turatea mengunggah foto dan video yang memperlihatkan dugaan buruknya kualitas pekerjaan pada proyek peningkatan Jalan 109 – Jalan Pahlawan. Unggahan yang baru dipublikasikan sekitar 51 menit tersebut langsung memicu gelombang komentar warganet.

Dalam postingan itu tampak struktur cor dan bahu jalan mudah terkelupas hanya dengan sentuhan ringan. Pada beberapa bagian, permukaan terlihat rapuh, tidak padat, dan diduga jauh dari standar konstruksi. Video lain memperlihatkan warga yang mengetuk dan menggali permukaan cor, yang seketika langsung hancur.

Unggahan tersebut disertai caption bernada sindiran: β€œIni hasil pekerjaan yang luar biasa, mungkin BPK-RI dan APH tertarik melihatnya?” Ungkapan itu menunjukkan kekecewaan publik sekaligus dorongan agar lembaga pengawas dan aparat penegak hukum melakukan audit terhadap proyek bernilai miliaran rupiah ini.



Berdasarkan dokumentasi yang diunggah, proyek ini merupakan pekerjaan Peningkatan Jalan 109 – Jalan Pahlawan di bawah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah III Provinsi Sulawesi Selatan, dengan nilai kontrak Rp4.234.235.637 bersumber dari APBN Tahun 2025. Masa pelaksanaan ditetapkan 60 hari kalender, dengan masa pemeliharaan 365 hari kalender. Pelaksana pekerjaan adalah CV Pajukukang Sejahtera, sementara pengawas proyek adalah konsultan dalam skema kerja sama operasi (KSO).

Sejumlah warganet mempertanyakan kualitas pengerjaan serta efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh pihak terkait. Tak sedikit yang meminta BPK RI dan APH turun langsung memeriksa jika ditemukan dugaan penyimpangan penggunaan anggaran.

Seorang warga setempat yang enggan dipublikasikan identitasnya mengungkapkan bahwa ketebalan lapisan pengaspalan diduga tidak seragam.
β€œKetebalannya bervariasi, ada yang sekitar 2 cm, ada juga yang 3 cm. Harusnya ditambah supaya minimal 4 sampai 5 cm,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor, konsultan pengawas, maupun instansi pemerintah terkait. Masyarakat berharap adanya transparansi, pemeriksaan menyeluruh, serta langkah tegas agar proyek yang menggunakan dana negara benar-benar sesuai spesifikasi dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh warga. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *