HALILINTARNEWS.id, WAJO β Pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Nasional ke-8 dan Internasional ke-1 di Kabupaten Wajo selama sepekan, 1β7 Oktober 2025, membawa dampak luas bagi perekonomian daerah. Tak hanya menggairahkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kegiatan berskala internasional ini juga memberi keuntungan besar bagi sektor transportasi, akomodasi, dan perhotelan.
Menariknya, even keagamaan ini turut mendongkrak pamor kain sutra khas Wajo, yang menjadi daya tarik utama bagi para tamu dan peserta dari berbagai daerah serta negara.
Bupati Wajo, Andi Rosman, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah MQK tingkat nasional dan internasional. Ia menyebut, antusiasme peserta dan tamu begitu tinggi, bahkan banyak delegasi memborong kain sutra sebagai oleh-oleh khas Wajo.
> βAlhamdulillah, kegiatan ini bukan hanya memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membawa berkah bagi masyarakat. Banyak peserta dan tamu dari luar daerah serta luar negeri yang membeli kain sutra sebagai cendera mata,β ujar Andi Rosman dalam sambutannya pada malam penutupan MQK Internasional, Senin (6/10/2025).
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan MQK, mulai dari panitia pusat hingga daerah.
> βTerima kasih atas kerja sama dan dukungan semua pihak, sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses,β tambahnya.
Di akhir sambutannya, Andi Rosman menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung. Ia berharap seluruh kafilah dari 34 provinsi dan 10 negara dapat membawa kesan positif dan pengalaman berharga dari Kabupaten Wajo.
Penyelenggaraan MQK Internasional 2025 di Wajo tidak hanya menjadi momentum kebanggaan umat Islam, tetapi juga membuktikan bahwa Wajo mampu menjadi tuan rumah berkelas dunia sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui potensi budaya dan produk unggulan daerah, khususnya kain sutra Wajo yang kini semakin dikenal hingga mancanegara. Andi Indra Dewa
