HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Terkait maraknya dugaan penyelundupan alias penyalahgunaan BBM bersubsidi, atas nama Aliansi Pemuda Bantaeng melakukan aksi unjuk rasa di depan SPBU Lamalaka Kel. Lamalaka Kec. Bantaeng Kab. Bantaeng Sulawesi Selatan, Kamis, 25 Mei 2023, pukul 09.00 Wita.
Gerakan aksi unjuk rasa Aliansi SIMPUL PEMUDA BANTAENG UNTUK (SPBU) RAKYAT, di pimpin oleh Sdra Jalil Abede (jendlap) dengan estimasi massa berjumlah 10 orang melakukan aksi unjuk rasa terkait maraknya penyalahgunaan BBM jenis subsidi di Kab Bantaeng.
Kegiatan aksi di lapangan tersebut, Mobilisasi massa yang berjumlah 10 orang menggunakan roda 2 menuju SPBU LAMALAKA dengan
membentangkan spanduk/ pampflet yang bertuliskan,
– Simpul pemuda Bantaeng untuk rakyat untuk memberantas mafia BBM, tegakkan supermasi hukum dan BBM subsidi untuk rakyat.
Dalam aksi tersebut berorasi secara bergantian menuntut pihak SPBU Lamalaka untuk tidak menyalahgunakan jenis BBM subsidi dan menahan kendaraan roda 4 jenis Dump Truk untuk berorasi.
Tuntutan aksinya meminta di copot kasatreskrim dan Kanit Tipiter Polres Bantaeng yang dinilai terkesan mengabaikan pertemuan masyarakat tentang penyalahgunaan BBM jenis solar di kabupaten Bantaeng.
Mendesak Kapolres Bantaeng, untuk turun tangan dalam membongkar aktivitas gelap penyalahgunaan BBM bersubsidi di kabupaten Bantaeng.
Mendesak PT Pertamina dalam kurung Persero regional 7 untuk mencabut izin bagi SPBU yang melayani pembelian bersubsidi dalam jumlah yang banyak di kabupaten Bantaeng
Tegakan supremasi hukum di kabupaten Bantaeng.
Sesuai melakukan aksinya di SPBU Lamalaka aliansi simpul pemuda Bantaeng untuk rakyat melanjutkan dan memasuki ruang Reskrim Polres Bantaeng untuk melakukan audiens dengan pihak Polres Bantaeng sebagai pihak APH yang berwenang menindak atas penyalahgunaan BBM bersubsidi di lapangan dan diterima oleh Bapak AKP Rudi H Suprimin S (Kasatreskrim Polres Bantaeng).
Hadir dalam audiens, Letda Inf Harpil ( Dan Unit Inteldim 1410/Btg), Ipda Hairuddin,
3. Srk Hasbullah (Babinsa Kel.Lembang) Srk Ilyas ( Pok Bansus Unit Inteldim 1410/Btg)
5. 10 orang dari Aliansi simpul pemuda Bantaeng.
Menurut Kasatreskrim Polres Bantaeng AKP Rudi mengatakan sesuai dengan tuntutan simpul pemuda Bantaeng, di antaranya, Ucapan terima kasih kepada simpul pemuda Bantaeng atas kedatangannya di ruang Reskrim Polres Bantaeng dengan membawa masukan kepada pihak Polres Bantaeng.
“Apapun yang terjadi di lapangan maka kami dari pihak Polres Bantaeng akan menindak tegas, yang kami ketahui bahwa dalam pembelian jenis solar dan pertalite memiliki surat rekomendasi dari dinas pertanian untuk Tractor pertanian dan surat rekomendasi dari dinas perikanan untuk BBM mesin perahu. Pihak Polres Bantaeng tidak akan tutup mata dan akan menindak tegas apabila ada temuan di lapangan,” ungkapnya.
Dalam menindak di lapangan tentu sesuai dengan prosedur penyelidikan dan penyidikan yang sesuai dengan fakta di lapangan, dan sampai saat ini pihak Polres Bantaeng belum ada temuan di lapangan terkait dengan fakta.
“Kami Berharap kepada rekan-rekan simpul pemuda Bantaeng untuk mempercayakan kepada pihak polres Bantaeng dalam hal penyelidikan di lapangan,”
“Pihak Polres Bantaeng akan menerima laporan dari siapapun dan akan di tindak lanjuti, serta tidak semua penyelidikan di informasikan ke publik, Pada intinya pihak Polres Bantaeng sudah melakukan penyelidikan namun, tidak menemukan di lapangan sesuai target.
Pihak SPBU Lamalaka Menyikapi Aksi Demonstrasi:
Menurut pengawas SPBU Lamalaka Angga bersama rekan kerjanya di hadapan halilintarnews.id di ruang kerjanya kamis (25/5/2023) mengatakan, kami sangat menyesalkan adanya aksi yang dilakukan sekolompok pemuda terkait dugaan penyelundupan BBM di SPBU Lamalaka.
” Di wilayah kabupaten Bantaeng ada beberapa tempat SPBU hanya SPBU Lamalaka saja yang mendapat sorotan padahal di tempat ini aman aman saja berjalan sesuai prosedur yang di terapkan Pertamina,” kata Angga bersama Kifli
“Kami sangat menghargai kritikan masyarakat tapi jangan hanya di SPBU Lamalaka saja seakan mau di coreng namanya, ada apa di SPBU lainnya,” tanya Angga dihadapan halilintarnews.id.
Lanjut dikatakannya,” kami merasa kesal saat di perhadapkan di kantor Polres Bantaeng, hanya manajemen SPBU Lamalaka dan SPBU Lambocca yang hadir sementara SPBU lainnya tidak di panggil atau tidak di hadirkan,” kesalnya.
“Semestinya semua pihak SPBU se kabupaten Bantaeng di panggil dan di mintai keterangannya terkait adanya tindak pelanggaran yang dilakukannya,” terangnya.
Seperti aksi yang dilakukan Aliansi Pemuda Bantaeng, kenapa hanya sasaran SPBU Lamalaka saja yang di demo padahal pernyataan aksinya semua SPBU di Kabupaten Bantaeng, tutup Angga.
Hal senada dengan pengawas SPBU Lambocca Kifli mengatakan kedua SPBU ini berjalan sesuai prosedur, seperti yang kami berlakukan solar bersubsidi harus menggunakan Barcode baik pengambilan menggunakan jerigen dan mobil, jelas Kifli
Editor : Supriadi Sanusi
halilintarnews.id. 2023












