Ini Wajah Oknum LSM dan Wartawan Bantaeng Yang Divonis 7 Tahun Penjara Atas Kasus Pemerkosaan


BANTAENG, HALILINTARNEWS.ID – Sebelumnya telah diberitakan bahwa Pengadilan Negeri Kabupaten Bantaeng memvonis Oknum LSM dan Wartawan atas kasus tindak pemerkosaan dan perdagangan perempuan, Kamis (17/02/2022).

PN Kabupaten Bantaeng menetapkan Oknum LSM, Rusdi B dan Oknum Wartawan Rijal terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana perdagangan perempuan dengan ancaman kekerasan untuk tujuan Eksploitasi atau asusila.

Tersangka di jatuhi hukuman 7 tahun penjara dan denda sebesar 300 juta rupiah, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan.

Apabila terdakwa tidak mampu membayar restitusi maka dilakukan penyitaan dan pelelangan harta milik terdakwa dan apabila nilai harta milik terdakwa kurang dari nilai restitusi atau terdakwa tidak mampu membayar restitusi maka terhadap terdakwa dikenakan hukuman dengan pengganti dengan pidana kurungan 2 bulan.

Selain itu, PN Kabupaten Bantaeng menyita barang bukti berupa sebagai berikut;
– 1 buah flashdisk merk Astri V.Gen 8GB yang berisikan video perbuatan terdakwa
– 1 lembar rok jeans warna biru panjang merk E.V.E
– 1 lembar baju blouse warna mustard,
– 1 lembar celana dalam warna biru muda
– 1 buah handphon merk Vivo warna hitam.

KORAN EDISI XIII TAHUN 2023 – Flip the Page to Read !!!

Barang bukti yang diamankan pengadilan akan dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dijadijan barang bukti dalam perkara atas nama Rijal.

Menilik pemberitaan sebelumnya, Polisi telah menetapkan RD dan RJ sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi berinisial AA, 22 tahun.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut sebagaiman dikatakan Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Burhan. Ia mengatakan untuk sementara dalam dugaan tindak pidana yang terjadi pelecehan dan pemerkosaan.

“Tersangka dikenakan pasal 285 jo pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana 12 tahun penjara,” kata AKP Burhan pada Rabu 6 Oktober 2021 yang lalu.

Penetapan tersangka terhadap RU dan RI berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan oleh polisi, yakni dua alat bukti permulaan yang cukup berupa foto dan video yang digunakan oleh kedua terduga pelaku.

“Bukti sudah cukup dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi,” terangnya.

Burhan juga menyebutkan jika perbuatan pelecehan seksual yang dilakukan tersangka terakhir kalinya di sebuah pondok. Korban dengan RU sebelumnya pernah menjalin hubungan asmara sejak 2018 lalu.

Dijelaskan, RD mengajak korban ke Pondok AA untuk bertemu. Setelah korban tiba di pondok tersebut, korban di panggil masuk ke dalam Kamar Kost oleh RD.

Setelah di dalam kamar, pelaku menelpon salah satu temanya berinisial RJ. Beberapa menit kemudian Saudara RJ tiba di Pondok AA dan langsung masuk ke dalam kamar.

Saat itu RD menutup pintu kemudian membuka pakaian korban, dan setelah itu RD dan RJ menyetubuhi Korban.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *