Beranda JENEPONTO

Inspektur Inspektorat Jeneponto Tegaskan Larangan Gratifikasi

278
0


Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

HALILINTARNEWS.id, JENEPONTO — Kepala Inspektur Inspektorat Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan, Maskur, S.Ag, MH mengatakan, pihaknya mempertegas kepada jajarannya, agar menghindari Gratifikasi alias menolak pemberian dalam bentuk apapun juga.

Hal itu diungkapkan oleh Maskur selaku Inspektur Inspektorat Jenponto, ketika dikonfirmasi oleh Tim Media ini di ruang kerjanya, terkait proses LHP kasus dugaan korupsi DD yang disinyalir, dilakukan oleh Kades Borongtala Kecamatan Tamalatea, Ruhardi.

“Saya sudah sampaikan kepada jajaran kami, agar jika turun ke lapangan melaksanakan tugas negara mengaudit di Instansi mana saja supaya lebih memilih menghindari atau menolak pemberian apa saja yang berbau Gratifikasi lainnya”. tegasnya, Maskur.

Salah satu upaya untuk menghindari hal seperti itu Inspektur, Maskur senada dan seirama dengan Ketua Tim Investigasi Irban V Inspektorat Jenponto, Syamsuddin Sijaya menyebutkan, bahwa setiap kali ke lapangan melakukan investasi, mereka sudah menyiapkan lebih dulu, membawa makanan.

Sejalan dengan itu, Maskur selaku Inspektur Inspektorat Jeneponto, minta bantuan lagi kepada rekan wartawan, agar jika ada diantara rekan auditor Tim Investigasi yang terbukti menerima imbalan, laporkan nanti saya akan tindak tegas,” pungkas Maskur.

Maskur menyebutkan, bahwa sekecil apapun dan bentuk pemberian imbalan apapun juga dari seorang pejabat dan lainnya, itu sudah pelanggaran atau sudah gratifikasi,” jelasnya.

Bahkan diungkapkannya, bahwa suatu ketika pernah ada salah satu oknum yang membawakannya beras satu karung ke rumahnya dan kemudian disuruh kembalikannya sama Satpol PP, ke rumah yang bersangkutan.

“Pernah ada yang membawakan beras sebanyak satu karung, ke rumah tapi saat itu saya tidak ada di rumah dan setelah saya lihat, langsung saya tanya Satpol PP beras dari mana ini, Satpol PP jawab saya tidak tahu pak, terpaksa saya buka CC TV dan saya perintahkan Satpol PP untuk mengembalikan beras ke rumahnya, lalu saya berpesan lain kali jangan lagi bawa seperti ini,” Kata Maskur.

Baca Juga :  Terkait Rehab SMPN 4 Tamalatea Diduga Siluman, Ini Tindakan PPK Dikbud Jeneponto

Inspektur, Maskur S Ag MH bukan hanya tegas kepada rekan pegawai Inspektorat bawahannya saja, tetapi juga melontarkannya dengan tegas, di depan rekan Media, bahwa termasuk bagi ASN yang turut mengaku ngaku berprofesi jurnalistik, sebab sangat tidak logis jika ASN menggandakan profesinya.

“Seorang PNS di larang menggadakan selaku profesi Wartawan, karena PNS sudah diikat dalam peraturan kedisiplinan kepegawain,”katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here