HALILINTARNEWS.id, BANTAENG –Berbagai upaya telah di lakukan guna memenuhi kebutuhan hidup Keluarga,Β agar dapat menikmati sisa hidup yang ALLAH SWT,Β berikan kepada Hambanya.
Salah satu warga yang hidup di masa Pandemi, yang bernama Lenteng (50) warga Desa Bonto Lojong Kecamatan Ulu Ere Kabupaten Bantaeng, harus menjadi tulang punggung, setelah suaminya Lappasi (52) mengalami kelumpuhan empat Tahun terakhir.
Perempuan kelahiran Jeneponto itu harus bekerja membersihkan bawang merah di kebun tetangga.
Upah yang diterima tak seberapa, hanya Rp 50 ribu perhari. Uang itu dipakai untuk pengobatan suami dan kebutuhan sehari-hari.
Namun, dirinya tidak setiap hari dipanggil, kadang tiga kali dalam sepaken untuk membersihkan bawang. Musim panen bawang di mulai bulan, November 2020 dan berakhir pada Januari 2021.
Jika tidak memasuki musim panen, maka Lenteng menghabiskan waktu merawat suami di rumah.
Sebelum berangkat membersihkan bawang ia, beraktivitas di dapur, kamar tidur, dan kamar mandi.
Setelah kegiatan itu selesai, Lenteng menyuapi suaminya. Selanjutknya berangkat bekerja dengan jalan kaki ke kebun sekitar Satu kilometer.
Aktivitas itu rutin dijalani perempuan beranak dua itu. Suami yang dicintainya itu lumpuh sejak tahun 2017.
” Menurut pengakuan Lenteng,Β Pada tahun 2017 suami saya datang mencangkul di kebun tetangga, diperjalan tiba-tiba jatuh ke tanah.Β Akhirnya langsung dilarikan ke RSUD Bantaeng,” kata Lenteng.
Lenteng menceritakan setelah suami menjalani pemeriksaan, maka penyakit lain mulai berdatangan seperti tidak bisa melihat dan tidak bisa mendegar.
Kini Lappasi menghabiskan waktu di atas kasur yang sudah kusam. Beberapa pakaian berhamburan di sekitarnya. Jika ingin buang air maka ia buang hajat di kamar saja, di karenakan tidak berdaya lagi.
Berbagai upaya pengobatan dilakukan Lenteng, termasuk ke orang pintar.Β Namun tidak ada perubahan, kesehatannya tetap saja lumpuh,Β dan tidak ada perubahan.
“Sering pergi berobat ke medis danΒ mendatangi orang pintar tapi tidak ada perubahan. Maski begitu Saya (tetap bekerja dan berupaya demi kesembuhan suami,” tutur Lenteng.
Lenteng mengaku selama ini selalu beli beras, kalau tidak ada ikan maka, mereka makan nasi campur garam, Kadang pergi minta sayurnyaΒ tetangga.
Lenteng bersama keluarganya tinggal di rumah panggung yang sudah reyot tepatnya di Lanyying, Desa Bontolojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Dirumah tersebutlah Lenteng numpang di atas tanah H Kubah . Untuk memenuhi kebutuhan air dan listrik hanya mengandalkan dari tetanggaya semata.
Jika hujan,Β maka rumah mereka dimasuki air akibat atap rumah sidah tidak layak pakai,Β Lenteng terpaksa menyiapkan ember di setiap sudut rumahnya.
DiΒ tempat teprpisah Camat Uluere Kabupaten BantaengΒ Jainuddin mengatakan, Lenteng mendapat bantuan, dari pemerintah setempat berupaΒ Bantuan Langsung Tunai ( BLT ). unkap Pak Camat. Red
EditorΒ Β : Supriadi Awing
halilintarnews.id. 2020












