HALILINTARNEWS.id, MAKASSAR β Kesibukan bekerja dan menjalani perkuliahan tidak menyurutkan semangat mahasiswa Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar untuk mengabdi kepada masyarakat.
Hal itu terlihat dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kampus Angkatan XXIX yang resmi ditarik pada Jumat, 12 September 2026. Kegiatan penarikan berlangsung di halaman Kampus UNSA Makassar dan dihadiri jajaran pimpinan fakultas serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Bagi mahasiswa KKN yang sebagian besar harus membagi waktu antara pekerjaan, kuliah, keluarga, dan pengabdian, kegiatan tersebut menjadi pengalaman sekaligus tantangan tersendiri.
Setelah menjalani aktivitas pekerjaan hingga sore bahkan malam hari, mereka tetap harus mengikuti kewajiban akademik. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengabaikan pengabdian kepada masyarakat.
Dekan Fakultas Hukum UNSA Makassar, Dr. Dian Eka Kusuma Wardani, S.H., M.H., memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh mahasiswa peserta KKN. Ia menyebut mereka sebagai βmahasiswa pejuangβ yang mampu membuktikan komitmen terhadap pendidikan sekaligus pengabdian.
βSaya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang telah melaksanakan KKN Kampus. Meskipun banyak dari mereka menjalani kesibukan bekerja sambil berkuliah, semangat pengabdian kepada masyarakat tetap terjaga dengan baik,β ujar Dr. Dian.
Menurutnya, KKN tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban untuk memenuhi syarat akademik. Lebih dari itu, KKN merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat.
Melalui KKN, mahasiswa dituntut mampu memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, menyusun program, serta memberikan kontribusi sesuai kemampuan dan bidang keilmuan masing-masing.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa karena ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diuji sekaligus diterapkan secara langsung di lapangan.
Semangat mahasiswa UNSA Makassar yang tetap menjalankan KKN di tengah kesibukan bekerja juga menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukan alasan untuk berhenti belajar dan berkontribusi.
Mereka harus mampu menjalankan berbagai tanggung jawab secara bersamaan, mulai dari pekerjaan, pendidikan, keluarga hingga kewajiban sosial sebagai mahasiswa.
Penarikan KKN Angkatan XXIX pun menjadi momentum berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa. Namun, nilai dan pengalaman yang diperoleh selama berada di tengah masyarakat diharapkan terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
UNSA Makassar menegaskan komitmennya untuk terus mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berkarakter, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
KKN Angkatan XXIX akhirnya menjadi bukti bahwa menjadi mahasiswa pekerja bukan penghalang untuk berprestasi dan mengabdi.
Mereka bekerja untuk bertahan, belajar untuk masa depan, dan tetap mengabdi untuk masyarakat.
(Lubis Kacong)












