Tak Kenal Hari Libur, Guru SD Inpres Parampangi Bergotong Royong Perbaiki Akses Menuju WC Demi Kenyamanan Siswa



HALILINTARNEWS.id, BANTAENG – Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap fasilitas pendidikan kembali ditunjukkan oleh para guru SD Inpres Parampangi, Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.

Meski bertepatan dengan hari libur, sejumlah guru tetap hadir di lingkungan sekolah untuk melakukan perbaikan jalan menuju kamar mandi dan WC sekolah, Minggu (21/6/2026).

Perbaikan tersebut dilakukan karena kondisi akses menuju fasilitas sanitasi dinilai perlu dibenahi agar lebih aman, bersih, dan nyaman digunakan oleh siswa maupun tenaga pendidik. Jalan yang lebih baik juga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan tertata.

Sejak pagi hari, para guru tampak bahu-membahu mengerjakan perbaikan jalan dengan penuh semangat. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan tersebut mencerminkan tingginya rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kemajuan sekolah.

Kepala SD Inpres Parampangi, H. Arifin, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dewan guru yang memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana sekolah.

β€œIni adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian seluruh guru terhadap lingkungan sekolah. Meskipun hari libur, mereka tetap meluangkan waktu untuk bekerja demi memperbaiki fasilitas yang digunakan setiap hari oleh siswa,” ujar Arifin kepada Halilintarnews.id.

Menurutnya, perbaikan akses menuju WC menjadi salah satu kebutuhan yang harus diprioritaskan karena berkaitan langsung dengan kebersihan, kesehatan, dan kenyamanan warga sekolah.

Ia berharap upaya yang dilakukan secara swadaya tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik.

Bacaan Lainnya

Arifin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dengan ikut terlibat langsung dalam pekerjaan tersebut tanpa mengharapkan imbalan.
β€œSemangat seperti ini patut dipertahankan.

Ketika semua elemen sekolah memiliki rasa memiliki yang kuat, maka berbagai kebutuhan sekolah dapat diatasi secara bersama-sama,” tambahnya.

Salah seorang guru Kasmawati, S.Pd yang ikut bekerja menjelaskan bahwa sumber pendanaan kegiatan berasal dari partisipasi dan swadaya para guru. Meski dilakukan secara sederhana, semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam menyukseskan pekerjaan tersebut.

β€œTidak ada paksaan. Semua dilakukan atas dasar kesadaran bersama. Kami ingin lingkungan sekolah semakin baik sehingga siswa merasa nyaman saat belajar dan beraktivitas di sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, hingga saat ini kebutuhan anggaran belum dapat dihitung secara pasti karena pekerjaan masih berlangsung.

Jika nantinya diperlukan tambahan biaya, para guru akan kembali bermusyawarah untuk mencari solusi bersama.

Kegiatan gotong royong tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar karena menunjukkan bahwa para guru tidak hanya berperan sebagai pendidik di dalam kelas, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan dan pemeliharaan fasilitas sekolah.

Melalui semangat kebersamaan dan kerja sukarela yang ditunjukkan para guru SD Inpres Parampangi, diharapkan budaya gotong royong terus tumbuh dan menjadi contoh positif dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih baik, bersih, sehat, dan nyaman bagi generasi penerus bangsa. (Supriadi Awing)

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *