Bantaeng Krisis Air Bersih! Kantor Pemerintah Tak Dialiri Air, WC Jadi Sarang Bau

Oplus_131072


HALILINTARNEWS.id, BANTAENG β€” Kabupaten Bantaeng yang selama ini dikenal kaya akan sumber mata air, air terjun, hingga kawasan permandian alami, kini justru dihadapkan pada persoalan serius krisis air bersih. Kondisi tersebut memicu keluhan masyarakat di berbagai wilayah yang terus bermunculan di media sosial maupun dalam aksi penyampaian aspirasi.

Ironisnya, krisis air bersih kini tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga mulai melumpuhkan aktivitas di sejumlah kantor pemerintahan. Salah satunya terjadi di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantaeng.

Fasilitas kamar mandi dan WC di kantor tersebut dilaporkan tidak dapat digunakan secara normal akibat tidak adanya suplai air bersih selama beberapa hari terakhir.

Kondisi itu menyebabkan aroma tak sedap menyebar di area toilet dan mengganggu kenyamanan pegawai maupun masyarakat yang datang mengurus keperluan di kantor tersebut.

Pantauan wartawan HALILINTARNEWS.id saat berkunjung ke Kantor DLH pada Rabu (13/5/2026), kondisi toilet terlihat memprihatinkan.

Kran air tidak mengalir, bak penampungan kosong, lantai kamar mandi tampak kotor, sementara bau menyengat tercium sejak memasuki area WC. Di depan toilet juga terlihat tumpukan gelas bekas minuman kopi dan susu yang belum dibersihkan.

Situasi tersebut dinilai mencerminkan dampak nyata krisis air bersih yang kini semakin meluas di Bantaeng. Padahal, kantor pemerintahan seharusnya menjadi tempat pelayanan publik yang bersih dan nyaman bagi masyarakat.

Salah seorang petugas DLH yang ditemui membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, awalnya pihak kantor menduga gangguan terjadi akibat mesin pompa air rusak. Namun setelah dilakukan penggantian mesin, air tetap tidak mengalir.

Bacaan Lainnya

β€œAwalnya kami kira mesinnya rusak. Setelah diganti ternyata memang airnya yang tidak ada. Kemungkinan besar dampak dari kerusakan pipa induk di wilayah Ermes,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bukan hanya Kantor DLH yang terdampak, namun masyarakat di sekitar kantor juga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.

β€œSemoga cepat normal kembali karena sementara ada proses perbaikan jaringan. Warga sekitar juga ikut merasakan krisis air,” katanya.

Untuk kebutuhan darurat, DLH biasanya mengisi tandon menggunakan mobil tangki air bersih. Namun dalam dua minggu terakhir, armada tersebut dipinjam oleh PDAM untuk membantu pendistribusian air ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan dan krisis air.
β€œKalau mobil damkar airnya dari sungai, jadi bukan air bersih. Karena itu kami juga kesulitan untuk kebutuhan toilet maupun aktivitas lainnya,” tambahnya.

Beruntung, masjid yang berada tepat di samping kantor masih memiliki ketersediaan air karena menggunakan sumur bor. Air dari masjid itu sementara dimanfaatkan pegawai untuk kebutuhan dasar seperti berwudhu dan keperluan mendesak lainnya.

Krisis air bersih di Kabupaten Bantaeng sendiri belakangan menjadi sorotan publik. Warga terus menyuarakan keluhan melalui media sosial Facebook dan WhatsApp, bahkan beberapa kali menggelar aksi demonstrasi menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret.

Masyarakat berharap persoalan air bersih yang terus berulang setiap tahun tidak lagi dianggap biasa. Mereka meminta pemerintah daerah bersama PDAM segera melakukan pembenahan jaringan distribusi dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal.

Sebab, di tengah daerah yang dikenal kaya sumber air, krisis air bersih yang berkepanjangan dinilai menjadi ironi sekaligus tamparan bagi pelayanan publik di Kabupaten Bantaeng. (Supriadi Awing).

PT. Halilintar News Group

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *