HALILINTARNEWS.id, BANTAENG — Terkait Perekrutan calon karyawan di perusahaan PT. Huady Nickel Alloy, kini terkesan jadi sorotan publik alias tertuai protes oleh seejumlah rekan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan warga setempat lainnya di Kab. Bantaeng Sulawesi Selatan.
Warga dan rekan LSM tak henti hentinya melakukan aksi sorotan dan teriakan baik perkumpulan di warkop maupun di media sosial (Medsos) Facebook dan WhatsApp, karena perekrutan karyawan pada perusahaan Hengsheng New Energy Material, PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia dinilaiΒ curang.
Hal itu dapat dibuktikan seiring dengan adanya beberapa calon yang dipertontonkan dalam Vidio mengatakan, bahwa saat dites bertempat disalah satu warkop di pantai Marina, Desa Baruga, Kec. Pa’jukukang Bantaeng, mengaku mereka tidak ada yang diluluskan.
Sehingga puluhan masyarakat bersama koalisi LSM melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat Paripurna pada kamis (21/7/2023).
Sekaitan dengan itu, Ketua DPD Pemuda LIRA Kab. Bantaeng, Yusdanar Hakim, di hadapan rekan wartawan mengatakan, kalau dia hadir mengawal atas keluhan yang masih banyak terdampak belum terakomodir bekerja di perusahaan tersebut.
Keluhan yang dituai protes warga, dikarenakan banyaknya oknum diduga makelar Karyawan yang bergentayangan dalam perusahaan PT. Huadi Nickel Alloy Indonesia. Ungkap Yusdanar kepada halilintarnews.id.
“Keberadaan Huadi Bantaeng Industri Park (HBIP) kami menduga kerjanya makelar Karyawan,” tutur Danar bersama Bung Tomo.
Saat RDP di ruang rapat paripurna DPRD Bantaeng, Perwakilan HRD PT. Huadi Nickel-Alloy Indonesia, Muhlis beberkan, bahwa data yang diberikan dari HBIP tidak sesuai data yang kami pegang, beber Muhlis.
Sementara Sekertaris LSM LIRA Bung Tomo mempertanyakan dana CSR PT Huadi Alloy Nickel diduga setiap tahun cair hingga Miliaran rupiah namun penggunaannya raib ke mana? Tanya Bung Tomo kepada halilintarnews.id.
Bung Tomo juga mengakui bahwa dana CSR tersebut saya sudah publikasikan di WhatsApp, ungkap LSM LIRA Bung Tomo.
Terkait sorotan indikasi HBIP palsu tersebut media halilintar news.id menghubungi berulang kali melalui WhatsApp Direktur HBIP, Lily Dewi Candinegara, sama sekali tidak merespon. Supriadi Sanusi












